JAWA BARAT PEDULI

June 27, 2008

SAR CASSA CA2106, Bogor

Filed under: SAR Darat

Sampai berita ini diturunkan, pencarian masih dilangsungkan dan belum
membuahkan hasil. Fokus pencarian yang dilakukan masih disekitar Curug
Nangka, Gunung Salak. Disebutkan ada tiga titik yang akan disasar hari ini.
Ketiga titik tersebut adalah Bumi Perkemahan Sukamantri, Pura, dan Curug
Nangka. Informasi lokasi masih berdasar pada keterangan warga yang mengaku
melihat pesawat melintas ke arah selatan dengan kondisi ekor mengeluarkan
api dan tidak berselang berapa lama terdengar bunyi gemuruh.

Dari media diinformasikan bahwa kekuatan pencarian saat ini tim Darat
terdiri dari 30 orang anggota TNI AD, 2 orang warga sekitar dan 2 orang
petugas Perhutani serta beberapa petugas dari Polsek Cibungbulan, Bogor.
Sedangkan tim Udara dari Lanud Atang Sanjaya Bogor kembali menurunkan 2
unit heli beserta 12 orang personil Paskhas. Lanud Halim juga diberitakan
menurunkan 3 unit heli untuk membantu pencarian.

Cassa CA2106 yang dipiloti oleh Mayor Penerbang Ardijanto ini berisi 18
orang. 5 orang kru pesawat, 6 orang warga sipil, dan 12 personil dari TNI
AU. Tiga dari enam orang sipil tersebut adalah Warga Negara Asing yang
masing-masing berkebangsaan Inggris, India dan Singapura, demikian diungkap
Kadispen AU, Khaerudin Ray. Pesawat dan krunya ini dikabarkan sedang
melakukan percobaan pemotretan udara saat dilaporkan hilang kontak oleh
Lanud Halim Perdana Kusuma kemarin (26/6) pukul 11:30 WIB.

Sementara itu dari rekan-rekan pengiat di Bandung dikabarkan bahwa saat ini
sedang mengumpulkan personil dan sumberdaya untuk melakukan bantuan operasi
SAR.

Demikian informasi yang dihimpun dari berbagai sumber sampai 27/06/2008
pukul 12:00 WIB.

Berita SAR Cassa CA2106

VSI: Gunung Api yang Perlu Diwaspadai Juni - Juli 2008

Berikut daftar yang dikompilasi dari publikasi Vulcanological Survey Institute - VSI / PVMBG, Bandung untuk Gunung Api di seluruh Indonesia yang perlu diwaspadai selama masa liburan Juni - Juli 2008.
Tercatat 41 Gunung Api dalam kondisi aktif normal, 12 gunung Waspada, dan 4 gunung dalam kategori SiaSga.

Keterangan Status Gunung Api
Level 1: Aktif Normal
Level 2: Waspada
Level 3: Siaga
Level 4: Awas

############### Wilayah NAD

1. Seulawah Agam (1726 m) - Aceh Besar, NAD. Status Level 1
   - Tidak diperbolehkan masuk ke kawasan solfatra.
   - Tidak diperbolehkan bermalam di sekitar kawah

2. Puet Sague (2780 m) - Sigli, NAD. Status Level 1
   - Tidak diperbolehkan masuk area kawah aktif
   - Tidak diperbolehkan bermalam di sekitar kawah

3. Bur Ni Telong (2646 m) - Bener Meriah, NAD. Status Level 1
   - Tidak diperbolehkan bermalam di sekitar kawasan solfatara / fumarola

(more…)

March 16, 2008

Tiga Pendaki Hilang di Semeru

Filed under: SAR Darat

UPDATE 17/03/2008:

Laporan fiktif, dengan ini berita darurat di bawah telah diralat.

Lihat:

 — DIRALAT

Tiga pendaki dilaporkan hilang di Gunung Semeru sejak Jum’at (14/03/2008) dan sampai saat berita ini disampaikan (15/03/08 20:00 WIB) belum berhasil ditemukan.
Pak Yar, Petugas Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang dihubungi sampai saat ini pun masih mencari kepastian dan konfirmasi berita, namun nama-nama para pendaki tersebut berdasarkan laporan rekan korban yang bersama-sama mendaki, Rahmatullah Indra adalah:

1. Sugeng setiawan, asal Lumajang
2. Wawan / Hermawan asal Batu, Malang
3. Iwan Budiono, asal Madiun

Ketiganya berasal dari Mapala Unviersitas Brawijaya Malang (IMPALA).
Saat ini petugas Balai Taman Nasional dan Aparat setempat sedang berusaha melakukan pencarian.

Informasi untuk kegiatan SAR:

A. Informasi lembar peta daerah Gunung Semeru (3676 m dpl)
Peta Topografi AMS (1:50.000)
Nomor Lembar Peta : 5518-I, 5518-II, 5618-IV, 5618-III (1963)

Peta RBI Bakosurtanal (1:25.000)
Nomor lembar peta: 1608-122 Tosari, 1607-444 Ranupane, 1607-442
Pronojiwo, 1607-533 Senduro, 1608-211 Sukapura, 1607-443 Tumpang,
1607-441 Tlogosari

B. Koordinat
Gunung Semeru: 8.108°S 112.92°E
Pos Cemoro Tunggal: -8.099722° 112.920556°
Pos Arcopodo: -8.096389° 112.920000°
Pos Kalimati: -8.087500° 112.917500°
Pos Batu Rejeng: S 08° 01.612′ E 112° 56.089′
Ranu kumbolo: -8.05°S 112.920541°E

C. Cara Menuju ke Semeru
Semeru dapat dijangkau dari Kota Surabaya dengan dua arah yang berbeda yaitu ;
1. Surabaya - Lumajang - Pasirian - Candipuro - Pos PGA G. Sawur.
2. Surabaya - Malang - Turen - Dampit - Candipuro - Pos PGA G. Sawur.

Jalur akses transportasi
Malang - Tumpang , 18 km - 45 minutes
Tumpang - Gubuk klakah, 12 km - 45 minutes
Gubuk klakah - Ranu Pani , 18 km - 120 minutes
Ranu Pani-Watu Rejeng, 5 km - 90 menit
Watu Rejeng-Ranu Kumbolo, 4,5km - 90 menit
Ranu Kumbolo-Kalimati , 4,9km - 120 menit
Kalimati - Arcopodo , 1 km - 60 menit
Arcopodo - Peak of Mt Semeru , 1,32 km - 180 menit

4. Info lebih lanjut mengenai kegiatan SAR:
Kantor Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
JI. Raden Intan No.6, PO. Box. 54, Malang.
Phone (0341) 491 828, Fax (034l) 490 885

IMPALA Universitas Brawijaya
Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Brawijaya Malang
Sekretariat Unitas Kav.11 Jl. MT. Hariyono 161 B, Malang - Jawa Timur
Telepon / Fax : 0341-560576
himpala@brawijaya.ac.id
http://impalaunibraw.or.id/

5. Informasi terkait:

February 20, 2008

INDOALERT!: agregat berita bencana

Filed under: Data dan Informasi

Terhitung hari ini (sampai batas waktu yang belum ditentukan), kami menghentikan kompilasi berita bencana yang rutin kami kirimkan (hampir) setiap hari ke milis Jawa Barat Peduli.
Kliping yang akan kami kirimkan selanjutnya hanya bersifat headline/flash news yang kami kira cukup layak untuk tampil.

Kliping Bencana

Sebagai informasi, kliping bencana yang biasa kami kirimkan adalah kompilasi berita terpilih dari hampir 80 media massa dalam negeri, baik edisi cetak maupun versi aktual/online yang dapat kami temukan di belantara internet. Ada yang sudah menyebarkan konten melalui sindikasi RSS, namun banyak yang belum.

Situs-situs berita yang menyediakan fasilitas RSS tersebut di ambil menggunakan aplikasi rss reader yang tersedia secara gratis/freeware. Sebagian lagi yang tidak menyediakan RSS, kami buatkan parser untuk scraping, juga menggunakan tool-tools yang tersedia gratis di dunia maya.

Selanjutnya seluruh berita tersebut (bisa mencapai ratusan sampai ribuan item berita per hari) di saring menggunakan sekira 40 buah filter berbasis kata kunci/keyword. Filtrasi ini menghasilkan sekitar 200 - 300 item berita mentah yang kemudian secara manual dipilah dan dipilih, di browse ke situs asalnya untuk dibaca sekilas keseluruhan berita.

Selanjutnya sekitar 30 item berita terpilih, tanggal dan URL di copy-paste ke dalam tubuh email serta dan diurutkan secara manual baru dikirimkan ke milis.

Mengapa dihentikan ?

  • menurunkan trafik yang bikin penuh inbox rekan2
  • menurunkan kerja pemilihanan berita dan kopi-pas yang cukup melelahkan bagi relawan, secara relawan juga manusia :)
  • proses yang membutuhkan bandwidth yang lumayan (padahal di sekretariat belum ada internet hehe)
  • kliping dalam bentuk newsletter rasanya tidak terlalu useful, sulit diolah lebih lanjut dan berkesan ‘old-school’ :)
  • beberapa alasan kurang penting lain yang terlalu banyak untuk ditulis.. 

… selain itu alasan terakhir adalah,

Beberapa hari ini kami mencoba memadu-padankan beberapa tools online yang tersedia di internet untuk membuat otomatisasi pengumpulan berita kebencanaan dengan konsep online reader atau autoblog.

Autoblogging ini seperti menggunakan script/robot otomatis yang bekerja untuk mencari berita2 terpilih di situs-situs tertentu, kemudian mengumpulkan, mengolah dan menampilkan di situs web yang bisa diakses bersama-sama. Jadi Perkara yang asalnya dikerjakan relawan, sekarang dikerjakan robot saja, biar relawannya bisa mengerjakan yang lain :) )

Walaupun masih debatable mengenai legalitas dari sistem seperti autoblogging dan web scraping, namun kami memberanikan diri untuk mencoba dengan risiko sistem bisa saja di shutdown oleh penyedia reader atau pemilik konten berita (media massa online) atau malah orang yang iseng. Mudah-mudahan jangan :) .

Layanan versi beta ini kami namakan saja INDONESIA ALERT! atau disingkat INDOALERT! dan sudah bisa diakses melalui web browser di: http://indoalert.blogspot.com

Di halaman tersebut tersedia juga konten sindikasi yang bisa digunakan oleh RSS reader, baik di komputer, online reader, PDA/smartphone atau bahkan menampilkan INDOALERT! di blog/website masing2 sebagai widget untuk memperkaya konten seperti yang tampil di kolom kanan blog ini.

Namun sebelumnya kami mohon dengan sangat agar feed ini tidak di re-publish sebagai autoblog lagi, apalagi bila ada advertising/iklan di halaman blognya. Karena hal ini dapat mempercepat dishutdownnya layanan ini oleh pihak pengelola media massa online ataupun pihak google karena melanggar term dan etika penyebaran konten berita.

INDOALERT! saat ini baru mengumpulkan berita dari sekitar 15 situs media dalam negeri yang memproduksi berita aktual, dan akan terus ditambahkan perlahan-lahan. Sedangkan untuk berita bencana dari media versi cetak akan kami buat apabila beta test versi aktual ini hasilnya menggembirakan.

Bila rekan-rekan memiliki koleksi alamat feed yang bisa di sharing, silahkan disampaikan untuk kami masukkan dalam INDOALERT!. Karena keterbatasan tools gratisan (dan juga keterbatasan ilmu Ginkang perkomputeran kami) pasti akan ada error yang tampil, yang berakibat layanan ini tidak berjalan mulus. Juga ada kerentanan ketika salah satu dari sekian tools yang digunakan INDOALERT! tidak operasional/tidak bisa diakses, maka keseluruhan sistem INDOALERT! juga akan terganggu. Untuk itu mohon maklum sebelumnya.

Demikian, terima kasih atas perhatiannya.

 

February 13, 2008

SAR Gunung Agung Kembali Dihentikan

Filed under: SAR Darat

SAR Gunung Agung - Widyatama - BramatalaDari lapangan diinformasikan bahwa kegiatan pencarian tahap ke-2 atas dua orang mahasiswa Widyatama anggota pecinta alam Bramatala yang hilang di Gunung Agung, Karangasem, Bali yang dimulai pada tanggal 5 Februari 2008 kemarin kembali dihentikan.

Cuaca yang kurang mendukung dimana kabut
tebal dan hujan deras terus menerus mengguyur tim SAR gabungan dari pecinta alam dari Bandung, Jogja, Surabaya, Jember, Bali yang juga melibatkan tim
K9 anjing pelacak dari Polisi Satwa Mabes Polri dan masyarakat lokal serta pemandu gunung sekitar Besakih merupakan kendala utama kegiatan pencarian ini.

Selain itu juga atas saran dari pemangku adat setempat, mengenai akan diselenggarakannya Hari Raya Nyepi sehingga seluruh aktifitas di sekitar Gunung yang suci bagi warga Bali tersebut harus dihentikan. Menurut informasi rekan yang berada di lapangan, atas saran dari pemangku adat pula, operasi pencarian dapat dilanjutkan kembali pada bulan Juli yang akan datang.

Meskipun penghentian operasi ini disesalkan beberapa kalangan mengingat segala persiapan yang telah dilakukan selama masa tenggang tahap ke-1 dan ke-2, namun karena kondisi dan situasi di lapangan yang kurang mendukung membuat seluruh tim harus berbesar hati.

Dilaporkan juga satuan K9 Polisi Satwa yang telah ditarik mundur dimana kondisi dari 4 anjing pelacak yang dikerahkan, 3 ekor mengalami flu berat dengan hidung berdarah. Sedangkan pawang anjing K9 tersebut, 2 orang teridentifikasi terkena typhus, dan 1 orang terkena hipotermia stadium 3 dan sudah mendapat perawatan.

Beberapa personil tim SAR sudah mundur pada 12/02 kemarin dan sisanya akan kembali ke kampung halaman kamis besok (14/02) kecuali tim Wanadri yang masih akan melakukan regrouping di Bali.

Berita perkembangan kegiatan SAR darat Gunung Agung yang lalu dapat diikuti di milis Jawa Barat Peduli.

 

February 11, 2008

PERPRES 8 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Filed under: Data dan Informasi

Meskipun terlambat, pada tanggal 26 Januari 2008, Presiden RI telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Peraturan yang terdiri atas 70 pasal ini adalah salah satu turunan dari Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang mengatur hak dan kewenangan dari badan yang nantinya akan menggantikan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (BAKORNAS PB).

Perbedaan mendasar antara BNPB yang baru dengan BAKORNAS adalah bahwa BNPB tidak saja bersifat koordinatif lintas instansi tapi akan memiliki unsur pelaksana penanggulangan bencana  yang bertugas melaksanakan penanggulangan bencana secara terintegrasi, mulai dari prabencana, saat tanggap darurat dan pascabencana (pasal 13).

Salah satu pasalnya adalah bahwa BNPB harus membuat pedoman untuk pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk menggantikan SATKORLAK PB dan SATLAK PB. Yang menurut amanat UU 24 2007, pada April 2008, BPBD harus sudah mulai berdiri. Namun melihat banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seperti memilih dan mengangkat kepala BNPB, unsur pengarah (terdiri atas 10 orang perwakilan instansi pemerintah, dan 9 orang wakil unsur masyarakat), unsur pelaksana, pembuatan pedoman dan seterusnya maka seperti tercantum pada PERPRES tersebut, tersedia waktu 6 bulan sebelum semua fasilitas dan dokumen akan diserahterimakan dari BAKORNAS ke BNPB.
Maka apabila semuanya lancar, pada bulan Juli 2008 kita sudah memiliki badan baru yang diharapkan akan lebih luwes dan powerful dalam penanggulangan bencana skala nasional.

Sementara itu, masih ada beberapa PERPRES dan PP lain sebagai turunan UU PB yang masih kita tunggu wujudnya.

Lihat Peraturan Presiden Nomor 8 2008 tentang BNPB dan peraturan lain di halaman Hukum, Peraturan dan Kebijakan Kebencanaan.

February 4, 2008

Banjir Jakarta dan Sekitarnya - Februari 2008

Filed under: Data dan Informasi

DKI Jakarta Flood Map

Peta Banjir DKI Jakarta 1 Februari 2008 (map courtesy of UN-OCHA)

Banjir besar kembali merendam Jakarta dan sekitarnya sejak 1 Februari 2008. Banjir yang disebabkan curah hujan lokal yang tinggi di sekitar Jakarta ini telah menyebabkan 3 orang meninggal dunia (BAKORNAS PB 2/2). Tercatat tidak kurang dari 144 titik di Jakarta yang mengalami banjir (MetroTV 1/2) sehingga menyebabkan akses jalan terputus dan kendaraan maupun perjalanan kereta api mengalami kelumpuhan. 

Data Crisis Centre Propinsi DKI Jakarta yang dilansir detik.com, Sabtu (02/02/2008) menyebutkan 79.796 jiwa terkena dampak akibat banjir ini. Korban banjir itu berasal dari 26.574 KK yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Jakarta Pusat, titik banjir terdapat di 22 kelurahan yang berada di 7 kecamatan. Di Jakarta Timur, titik banjir berada di 30 kelurahan yang ada di 10 kecamatan. Genangan air tertinggi berada di Cipinang Muara, Jatinegara yakni 30-1 meter, Kelurahan Cipinang Besar Utara 70-120 cm, Kelurahan Cipinang Besar Selatan 40-160 cm, dan Kecamatan Pulogadung 50-80 cm. Di Jakarta Timur terdapat 43 lokasi pengungsian, 6 dapur umum, dan 5 pos kesehatan.

Di Jakarta Utara, titik genangan air berada di 5 kelurahan dengan rata-rata ketinggian 35 cm. Di wilayah ini terdapat 6 lokasi pengungsian. Sedangkan di Jakarta Selatan, titik air berada di 7 kelurahan dengan rata-rata ketinggian 10-50 cm.

Di Jakarta Barat, banjir melanda 14 kelurahan di 5 kecamatan. Di wilayah ini terdapat 27 pos penampungan, 15 dapur umum, 6 posko kesehatan, dan 6 unit perahu karet.

Banjir juga telah menyebabkan 642 unit gardu listrik milik PLN dipadamkan (Liputan 6, 02/02) dan ribuan pelanggan terpaksa tidak mendapat aliran listrik.

Sementara itu karena cuaca buruk dan terbatasnya jarak pandang sejak 1 februari pukul 10:30 WIB, bandara internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng ditutup selama hampir 5 jam. Sekira 237 penerbangan ditunda atau dialihkan selama penutupan tersebut (Antara 01/02).

Sedangkan akses Tol Bandara (Tol IR. Sedyatmo) sampai berita ini ditulis (04/02) masih tidak bisa dilalui karena terendam setinggi 1 meter. Ratusan jadwal penerbangan terganggu, bahkan dibatalkan, sementara ribuan orang calon penumpang terpaksa tidur di bandara karena menunggu keberangkatan. Lumpuhnya bandara internasional ini juga telah menyebabkan gangguan jadwal penerbangan di seluruh nusantara baik nasional maupun internasional yang melewati Cengkareng.

January 30, 2008

Banjir Hegarmanah, Bandung

Filed under: Respon Bencana

Suasana Paska Banjir Belum selesai warga berbenah memperbaiki rumah akibat banjir pada 20 Desember 2007 yang lalu, untuk kedua kalinya puluhan rumah yang berada di bantaran sungai di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap kembali terkena luapan air sungai Cipaganti akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Utara pada 29 Januari 2007.

Curah hujan tinggi serta debit air yang besar tidak mampu lagi ditampung oleh badan sungai Cipaganti sehingga air meluber masuk ke rumah warga. Tercatat 4 Rukun Tetangga (RT) dari dua RW di kelurahan tersebut terkena dampak, dan sekurangnya 3 unit rumah roboh sebagian serta berlubang dindingnya dan tidak bisa dihuni, satu GOR bulutangkis berlubang dindingnya. Diperkirakan lebih dari 700 warga terkena dampak.

Warga di Gg. Anafi yang tidak terkena bencana saat ini sudah berinisiatif membuka posko dan dapur umum untuk membantu warga lainnya yang terkena banjir. Bantuan dan logistik pun mulai mengalir baik dari instansi terkait maupun masyarakat umum.

Foto-foto banjir hegarmanah lainnya.

January 15, 2008

PERINGATAN DINI BMG: 15 - 21 Januari 2008 dan Peta Rawan Banjir 2008

Peta Prakiraan Daerah Potensi Banjir Jawa Barat Januari 2008. BMG BMG telah mengeluarkan informasi peringatan dini terhadap kemungkinan curah hujan tinggi dan angin kencang mulai 15 hingga 21 Januari 2008 pada beberapa daerah di Indonesia. Diinformasikan bahwa dengan adanya aliran udara dingin dari Asia ke wilayah Indonesia dan adanya daerah tekanan rendah di Australia Timur dan Barat, akan membentuk daerah konfergensi (daerah pertumbuhan awan) yang memanjang dari Lampung hingga Nusa Tenggara Barat dan memberi peluang hujan lebat serta angin kencang.

Daerah yang perlu berwaspada antara tanggal 15 - 17 Januari 2008:

  • Sebagian besar Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi bagian tengah, Maluku Tengah dan Tenggara, Papua bagian barat dan selatan.
  • Beberapa tempat di Jawa bagian barat, Jawa Tengah bagian Selatan, dan Jawa Timur bagian Timur.
  • Sebagian besar wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan antara tanggal 18 - 21 Januari 2008:

  • Sumatera bagian tengah dan selatan, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, Papua Tengah bagian Selatan.
  • Jawa Barat bagian selatan, Jawa Tengah bagian selatan.
  • Bali dan Nusa Tenggara Timur.
(more…)

December 26, 2007

Longsor Karanganyar dan Wonogiri, Jawa Tengah

Filed under: Data dan Informasi

Karanganyar Landslides - Image courtesy Reuters

Aparat pemerintah, TNI dibantu masyarakat dan sukarelawan melakukan penggalian untuk mengevakuasi korban longsor di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Reuters).

Seperti diberitakan media, telah terjadi bencana Longsor di Karanganyar dan Wonogiri, Jawa Tengah. Korban paling banyak terdapat di wilayah Dusun/Dukuh Mogol, Desa Ledoksari, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Bencana ini telah menimbulkan korban 67 orang meninggal dunia dan belasan lainnya masih belum ditemukan (data 26/12 20:00 WIB, Basarnas). Kesembilan titik itu adalah Dukuh Mogol, Desa Ledoksari (korban 36 orang). Desa Jumapolo (8 orang), Jatiyoso (3 orang), Desa Kerjo (5 orang), Desa Kebak Kramat (2 orang), Matesih (4 orang), Karangpandan (3 orang), Jenawi (3 orang), dan Ngargoyoso (3 orang).

Sedangkan di Wonogiri, longsor menyergap 14 Kecamatan dari total 25 Kecamatan di Wonogiri. Data sementara menyebutkan 17 korban meninggal dunia dan 13 lainnya masih dalam pencarian (detikcom, 26/12 18:03 WIB)

Berikut dikompilasi beberapa gambar peta wilayah tersebut.

(more…)

Data dan Peta Wilayah Potensi Gerakan Tanah Desember 2007 - Januari 2008

Filed under: Data dan Informasi

 Peta Potensi Gerakan Tanah Propinsi Jawa Barat dan Banten

(update 28/12)
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung baru saja merilis data dan peta wilayah yang memiliki potensi gerakan tanah / longsor di Indonesia untuk periode Desember - Januari 2007.

Menurut tabel Desember 2007 untuk wilayah Jawa Barat terdapat 14 Kabupaten/Kota yang berpotensi dan rawan gerakan tanah. Tercatat 231 Kecamatan dari 14 Kabupaten/Kota tersebut dimana 16 Kecamatan memiliki potensi gerakan tanah tinggi, 84 Kecamatan potensi Menengah - Tinggi dan 131 Kecamatan dengan potensi gerakan tanah Menengah.

Kabupaten di Jawa Barat yang paling banyak memiliki lokasi gerakan tanah dengan potensi Tinggi adalah Kabupaten Garut, dimana dari 29 Kecamatan berpotensi GERTAN, 5 diantaranya memiliki potensi Tinggi. Hal ini tentu membuat masyarakat Kabupaten Garut harus terus waspada. Daerah - daerah tersebut meliputi Kota Garut, Kcamatan Cilawu Utara, Pameungpeuk Utara, Tarogong Utara, dan Kecamatan Cisurupan Timur.

Wilayah lain yang juga memiliki daerah GERTAN potensi tinggi berturut turut adalah Cianjur dan Sukabumi, dimana masing - masing terdapat dua Kecamatan. Kecamatan Warungkiara Tengah dan Sukaraja Timur di Sukabumi serta Kecamatan Cikalongkulon Barat dan Pagelaran di Kabupaten Cianjur.

Sayangnya PVMBG tidak merilis nama-nama desa di Kecamatan tersebut sehingga dapat memudahkan masyarakat maupun aparat setempat untuk menentukan titik rawan dengan lebih detil seperti pernah dilakukan PVMBG untuk data serupa tahun 2005.

Link & Download:

June 29, 2007

JEDS 2007: Joint Emergency & Disaster Simulation

JEDS 2007Jawa Barat Peduli bekerjasama dengan 16 lembaga penggiat dan unsur LINMAS / Karang Taruna desa Ciburui akan menyelenggarakan kegiatan simulasi dan orienteering berbasis kedaruratan dan kebencanaan yang bernama Joint Emergency & Disaster Simulation – JEDS 2007. Kegiatan rencananya dilakukan di sekitar wilayah Situ Ciburui, Padalarang, Kabupaten Bandung dan diselenggarakan pada hari Minggu 1 Juli 2007.

Elemen yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah: Daya Mahasiswa Sunda (DAMAS), Dinas Sosial Propinsi Jawa Barat, Kancana Bandung Spirit, Land Rover Club Bandung (LRCB), Mahawarman, Paguyuban Jip Bandung (PJB), PMI ERU WATSAN, PMI Kota Bandung, Pramuka Kwartir Cabang Kota Bandung, Radio Antar Penduduk Indonesia Daerah Jawa Barat (RAPIDA 10 JABAR), Rescue SAMAPTA Polda Jabar, SATKORLAK PB Jawa Barat, STIKES Dharma Husada Bandung, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Trail Bandung Association (TRABAS), dan Wanadri dengan melibatkan unsur perangkat desa, LINMAS, Ibu - ibu PKK, Posyandu dan Karang Taruna desa Ciburui.

Selain melibatkan personil dari berbagai unsur, kegiatan ini juga menyertakan berbagai alat pendukung kebencanaan untuk digunakan oleh peserta seperti Kendaraan Jip 4x4 dari LRCB dan PJB, Unit Water Treatment Plant dan perlengkapan Air dan Sanitasi milik PMI - ERU WATSAN, perahu karet LCR, dan motor trail.

Dokumen Publikasi:

Dokumen Peserta Simulasi

Galeri Foto

May 23, 2007

KERTAS FAKTA KEBENCANAAN

Halaman ini berisi arsip kertas fakta kebencanaan (disaster fact sheet) yang mungkin terjadi di Indonesia.

Penjelasan mengenai jenis kebencanaan dan apa saja usaha-usaha mitigasi yang dapat kita lakukan.

DISASTER FACTSHEET 

  1. Kebakaran Kota
  2. Kebakaran Hutan/Lahan
  3. Gerakan Tanah dan Longsor
  4. Angin Badai/Puting Beliung
  5. Banjir
  6. Kekeringan
  7. Gempa Bumi
  8. Gunung Berapi
  9. Tsunami

Silahkan klik masing-masing bagian untuk mengetahui informasi lebih lanjut (mohon maaf, halaman ini masih dalam pengembangan). Saran, kritik dan ide sampaikan pada kami.

 

April 2, 2007

Materi Seminar: Peran dan Fungsi SOP Dalam Mitigasi PBA di Jawa Barat

Filed under: Data dan Informasi

Materi presentasi seminar Mitigasi dan Penanganan Bencana Alam dengan tema "Peran dan Fungsi Standard Operation Procedure (SOP) Dalam Mitigasi dan Penanganan Bencana Alam di Jawa Barat" yang diselenggarakan oleh BAPEDA Provinsi Jawa Barat pada tanggal 27 Maret 2007 dapat juga diperoleh di sekretariat Jawa Barat Peduli Jl. Diponegoro #20 Bandung dengan datang langsung pada jam kerja (Senin-Jum’at) atau terlebih dahulu menghubungi bagian kesekretariatan JBP - (022) 70458021.

Materi dipublikasi atas izin Panitia Penyeleggara Seminar cq. Bapeda Provinsi Jawa Barat.

Download Publikasi:

  • Peran SOP Dalam Mitigasi dan Penanganan Bencana.
    Siswanto BP - BAKORNAS PB
    Download: [presentasi, pdf 1Mb]
  • SMART SOP dalam Mitigasi dan Penanganan Bencana Alam
    Imam A. Sadisun, Dr. Eng. - Pusat Mitigasi Bencana (PMB) ITB.
    Download: [presentasi, pdf 4.2Mb], [handout 182kb]
  • Posisi dan fungsi SOP dalam Mitigasi dan Penanganan bencana di Jawa Barat
    ABM Witono PhD - Ketua LPPM UNPAR
    Download: [presentasi, pdf 861kb]
  • Manfaat SOP Penanganan Bencana Bagi Masyarakat dan Peran Masyarakat Dalam Pelaksanaan SOP.
    T. Bachtiar - Ketua Masyarakat Geografi Indonesia
    Download: [presentasi, pdf 714kb], [handout, pdf 461kb]
  • Prosedur dan Tata Cara Penyusunan SOP dalam Mitigasi dan Penanganan Bencana Alam di Jawa Barat.
    Ir. Gatot M. Sudrajat, MSc - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Badan Geologi Dept. ESDM
    Download: [presentasi, pdf 4.7Mb], [handout, pdf 56kb]
  • Penanganan Bencana di Jawa Barat
    Boy Kadafirman - Kepala Biro Pengembangan Sosial Setda Prov. Jabar - SATKORLAK PB Prov. Jabar.
    Download: [presentasi, pdf 500kb]

March 27, 2007

Kompilasi Kebijakan Kebencanaan Di Indonesia

Filed under: Data dan Informasi

Kami mengkompilasi salinan hukum dan perundangan mengenai kebencanaan di Indonesia baik yang sudah disahkan maupun yang belum.

Dokumen-dokumen tersebut antara lain adalah Keputusan Presiden, Peraturan Presiden, Rancangan Undang-Undang, Rencana Kerja dan Rencana Aksi Pemerintah. Harapan kami semoga aturan hukum dan perundangan mengenai kebencanaan yang ada di Indonesia dapat terdesiminasi dan terpublikasi dengan lebih baik lagi.

Silahkan kunjungi halaman dibawah ini: 

Hukum, Aturan dan Kebijakan Kebencanaan di Indonesia

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com