Terhitung hari ini (sampai batas waktu yang belum ditentukan), kami menghentikan kompilasi berita bencana yang rutin kami kirimkan (hampir) setiap hari ke milis Jawa Barat Peduli.
Kliping yang akan kami kirimkan selanjutnya hanya bersifat headline/flash news yang kami kira cukup layak untuk tampil.
Kliping Bencana
Sebagai informasi, kliping bencana yang biasa kami kirimkan adalah kompilasi berita terpilih dari hampir 80 media massa dalam negeri, baik edisi cetak maupun versi aktual/online yang dapat kami temukan di belantara internet. Ada yang sudah menyebarkan konten melalui sindikasi RSS, namun banyak yang belum.
Situs-situs berita yang menyediakan fasilitas RSS tersebut di ambil menggunakan aplikasi rss reader yang tersedia secara gratis/freeware. Sebagian lagi yang tidak menyediakan RSS, kami buatkan parser untuk scraping, juga menggunakan tool-tools yang tersedia gratis di dunia maya.
Selanjutnya seluruh berita tersebut (bisa mencapai ratusan sampai ribuan item berita per hari) di saring menggunakan sekira 40 buah filter berbasis kata kunci/keyword. Filtrasi ini menghasilkan sekitar 200 - 300 item berita mentah yang kemudian secara manual dipilah dan dipilih, di browse ke situs asalnya untuk dibaca sekilas keseluruhan berita.
Selanjutnya sekitar 30 item berita terpilih, tanggal dan URL di copy-paste ke dalam tubuh email serta dan diurutkan secara manual baru dikirimkan ke milis.
Mengapa dihentikan ?
- menurunkan trafik yang bikin penuh inbox rekan2
- menurunkan kerja pemilihanan berita dan kopi-pas yang cukup melelahkan bagi relawan, secara relawan juga manusia
- proses yang membutuhkan bandwidth yang lumayan (padahal di sekretariat belum ada internet hehe)
- kliping dalam bentuk newsletter rasanya tidak terlalu useful, sulit diolah lebih lanjut dan berkesan ‘old-school’
- beberapa alasan kurang penting lain yang terlalu banyak untuk ditulis..
… selain itu alasan terakhir adalah,
Beberapa hari ini kami mencoba memadu-padankan beberapa tools online yang tersedia di internet untuk membuat otomatisasi pengumpulan berita kebencanaan dengan konsep online reader atau autoblog.
Autoblogging ini seperti menggunakan script/robot otomatis yang bekerja untuk mencari berita2 terpilih di situs-situs tertentu, kemudian mengumpulkan, mengolah dan menampilkan di situs web yang bisa diakses bersama-sama. Jadi Perkara yang asalnya dikerjakan relawan, sekarang dikerjakan robot saja, biar relawannya bisa mengerjakan yang lain
)
Walaupun masih debatable mengenai legalitas dari sistem seperti autoblogging dan web scraping, namun kami memberanikan diri untuk mencoba dengan risiko sistem bisa saja di shutdown oleh penyedia reader atau pemilik konten berita (media massa online) atau malah orang yang iseng. Mudah-mudahan jangan
.
Layanan versi beta ini kami namakan saja INDONESIA ALERT! atau disingkat INDOALERT! dan sudah bisa diakses melalui web browser di: http://indoalert.blogspot.com
Di halaman tersebut tersedia juga konten sindikasi yang bisa digunakan oleh RSS reader, baik di komputer, online reader, PDA/smartphone atau bahkan menampilkan INDOALERT! di blog/website masing2 sebagai widget untuk memperkaya konten seperti yang tampil di kolom kanan blog ini.
Namun sebelumnya kami mohon dengan sangat agar feed ini tidak di re-publish sebagai autoblog lagi, apalagi bila ada advertising/iklan di halaman blognya. Karena hal ini dapat mempercepat dishutdownnya layanan ini oleh pihak pengelola media massa online ataupun pihak google karena melanggar term dan etika penyebaran konten berita.
INDOALERT! saat ini baru mengumpulkan berita dari sekitar 15 situs media dalam negeri yang memproduksi berita aktual, dan akan terus ditambahkan perlahan-lahan. Sedangkan untuk berita bencana dari media versi cetak akan kami buat apabila beta test versi aktual ini hasilnya menggembirakan.
Bila rekan-rekan memiliki koleksi alamat feed yang bisa di sharing, silahkan disampaikan untuk kami masukkan dalam INDOALERT!. Karena keterbatasan tools gratisan (dan juga keterbatasan ilmu Ginkang perkomputeran kami) pasti akan ada error yang tampil, yang berakibat layanan ini tidak berjalan mulus. Juga ada kerentanan ketika salah satu dari sekian tools yang digunakan INDOALERT! tidak operasional/tidak bisa diakses, maka keseluruhan sistem INDOALERT! juga akan terganggu. Untuk itu mohon maklum sebelumnya.
Demikian, terima kasih atas perhatiannya.