17 Juli 2006: Gempa dan Tsunami di Pantai Selatan Jawa
Ketika masih disibukkan dengan penanganan Jogja, masyarakat Indonesia kembali dikejutkan oleh bencana lain di pesisir pantai selatan Jawa.
Gempa bumi tektonik yang terjadi pada hari Senin, 17 Juli 2006 pukul 15:19 WIB berpusat di sekitar kordinat 9,46’ LS – 107,19’BT sekira 120 km arah selatan dari bibir pantai Sindangbarang, Kabupaten Cianjur telah menyebabkan gelombang pasang Tsunami dengan ketinggian gelombang berkisar 1 – 5 meter yang mengakibatkan korban jiwa dan kepanikan luar biasa di sebagian warga masyarakat yang tinggal di pantai selatan Kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Ciamis propinsi Jawa Barat, pantai selatan Kabupaten Kebumen dan Cilacap propinsi Jawa Tengah serta kabupaten Gunung Kidul dan Bantul, DI Yogyakarta.
Sampai tanggal 20 Juli 2006 tercatat tidak kurang dari 66 kali gempa susulan telah terjadi (GEOFON, 20/07/2006 15:38 UTC) dengan intensitas tertinggi mencapai 6.1 skala Richter (17/07/2006 9:13 UTC) dan terendah 4.6 skala Richter (19/07/2006 7:16 UTC). Termasuk telah terjadi pula gempa pada 19 Juli 2006 pukul 17:57 WIB berkekuatan 6.2 skala Richter di selat sunda, hanya beberapa kilometer dari bibir pantai Ujung Kulon yang cukup mengakibatkan kepanikan di daerah pesisir propinsi Banten, Bandarlampung dan Jakarta.
Data korban sementara yang dilansir oleh BAKORNAS PBP (24 Juli 2006 pukul 15:00 WIB) tercatat tidak kurang dari 637 orang meninggal dunia, 543 luka-luka dan 165 masih dinyatakan hilang. Jumlah IDP (Internally Displaced Person / Pengungsi) tercatat 116.506 jiwa yang tersebar di puluhan titik pengungsian di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Untuk informasi lain seputar respon yang dilakukan terkait bencana tsunami ini silahkan ikuti link berikut:
