JAWA BARAT PEDULI

February 20, 2008

INDOALERT!: agregat berita bencana

Filed under: Data dan Informasi

Terhitung hari ini (sampai batas waktu yang belum ditentukan), kami menghentikan kompilasi berita bencana yang rutin kami kirimkan (hampir) setiap hari ke milis Jawa Barat Peduli.
Kliping yang akan kami kirimkan selanjutnya hanya bersifat headline/flash news yang kami kira cukup layak untuk tampil.

Kliping Bencana

Sebagai informasi, kliping bencana yang biasa kami kirimkan adalah kompilasi berita terpilih dari hampir 80 media massa dalam negeri, baik edisi cetak maupun versi aktual/online yang dapat kami temukan di belantara internet. Ada yang sudah menyebarkan konten melalui sindikasi RSS, namun banyak yang belum.

Situs-situs berita yang menyediakan fasilitas RSS tersebut di ambil menggunakan aplikasi rss reader yang tersedia secara gratis/freeware. Sebagian lagi yang tidak menyediakan RSS, kami buatkan parser untuk scraping, juga menggunakan tool-tools yang tersedia gratis di dunia maya.

Selanjutnya seluruh berita tersebut (bisa mencapai ratusan sampai ribuan item berita per hari) di saring menggunakan sekira 40 buah filter berbasis kata kunci/keyword. Filtrasi ini menghasilkan sekitar 200 - 300 item berita mentah yang kemudian secara manual dipilah dan dipilih, di browse ke situs asalnya untuk dibaca sekilas keseluruhan berita.

Selanjutnya sekitar 30 item berita terpilih, tanggal dan URL di copy-paste ke dalam tubuh email serta dan diurutkan secara manual baru dikirimkan ke milis.

Mengapa dihentikan ?

  • menurunkan trafik yang bikin penuh inbox rekan2
  • menurunkan kerja pemilihanan berita dan kopi-pas yang cukup melelahkan bagi relawan, secara relawan juga manusia :)
  • proses yang membutuhkan bandwidth yang lumayan (padahal di sekretariat belum ada internet hehe)
  • kliping dalam bentuk newsletter rasanya tidak terlalu useful, sulit diolah lebih lanjut dan berkesan ‘old-school’ :)
  • beberapa alasan kurang penting lain yang terlalu banyak untuk ditulis.. 

… selain itu alasan terakhir adalah,

Beberapa hari ini kami mencoba memadu-padankan beberapa tools online yang tersedia di internet untuk membuat otomatisasi pengumpulan berita kebencanaan dengan konsep online reader atau autoblog.

Autoblogging ini seperti menggunakan script/robot otomatis yang bekerja untuk mencari berita2 terpilih di situs-situs tertentu, kemudian mengumpulkan, mengolah dan menampilkan di situs web yang bisa diakses bersama-sama. Jadi Perkara yang asalnya dikerjakan relawan, sekarang dikerjakan robot saja, biar relawannya bisa mengerjakan yang lain :) )

Walaupun masih debatable mengenai legalitas dari sistem seperti autoblogging dan web scraping, namun kami memberanikan diri untuk mencoba dengan risiko sistem bisa saja di shutdown oleh penyedia reader atau pemilik konten berita (media massa online) atau malah orang yang iseng. Mudah-mudahan jangan :) .

Layanan versi beta ini kami namakan saja INDONESIA ALERT! atau disingkat INDOALERT! dan sudah bisa diakses melalui web browser di: http://indoalert.blogspot.com

Di halaman tersebut tersedia juga konten sindikasi yang bisa digunakan oleh RSS reader, baik di komputer, online reader, PDA/smartphone atau bahkan menampilkan INDOALERT! di blog/website masing2 sebagai widget untuk memperkaya konten seperti yang tampil di kolom kanan blog ini.

Namun sebelumnya kami mohon dengan sangat agar feed ini tidak di re-publish sebagai autoblog lagi, apalagi bila ada advertising/iklan di halaman blognya. Karena hal ini dapat mempercepat dishutdownnya layanan ini oleh pihak pengelola media massa online ataupun pihak google karena melanggar term dan etika penyebaran konten berita.

INDOALERT! saat ini baru mengumpulkan berita dari sekitar 15 situs media dalam negeri yang memproduksi berita aktual, dan akan terus ditambahkan perlahan-lahan. Sedangkan untuk berita bencana dari media versi cetak akan kami buat apabila beta test versi aktual ini hasilnya menggembirakan.

Bila rekan-rekan memiliki koleksi alamat feed yang bisa di sharing, silahkan disampaikan untuk kami masukkan dalam INDOALERT!. Karena keterbatasan tools gratisan (dan juga keterbatasan ilmu Ginkang perkomputeran kami) pasti akan ada error yang tampil, yang berakibat layanan ini tidak berjalan mulus. Juga ada kerentanan ketika salah satu dari sekian tools yang digunakan INDOALERT! tidak operasional/tidak bisa diakses, maka keseluruhan sistem INDOALERT! juga akan terganggu. Untuk itu mohon maklum sebelumnya.

Demikian, terima kasih atas perhatiannya.

 

February 13, 2008

SAR Gunung Agung Kembali Dihentikan

Filed under: SAR Darat

SAR Gunung Agung - Widyatama - BramatalaDari lapangan diinformasikan bahwa kegiatan pencarian tahap ke-2 atas dua orang mahasiswa Widyatama anggota pecinta alam Bramatala yang hilang di Gunung Agung, Karangasem, Bali yang dimulai pada tanggal 5 Februari 2008 kemarin kembali dihentikan.

Cuaca yang kurang mendukung dimana kabut
tebal dan hujan deras terus menerus mengguyur tim SAR gabungan dari pecinta alam dari Bandung, Jogja, Surabaya, Jember, Bali yang juga melibatkan tim
K9 anjing pelacak dari Polisi Satwa Mabes Polri dan masyarakat lokal serta pemandu gunung sekitar Besakih merupakan kendala utama kegiatan pencarian ini.

Selain itu juga atas saran dari pemangku adat setempat, mengenai akan diselenggarakannya Hari Raya Nyepi sehingga seluruh aktifitas di sekitar Gunung yang suci bagi warga Bali tersebut harus dihentikan. Menurut informasi rekan yang berada di lapangan, atas saran dari pemangku adat pula, operasi pencarian dapat dilanjutkan kembali pada bulan Juli yang akan datang.

Meskipun penghentian operasi ini disesalkan beberapa kalangan mengingat segala persiapan yang telah dilakukan selama masa tenggang tahap ke-1 dan ke-2, namun karena kondisi dan situasi di lapangan yang kurang mendukung membuat seluruh tim harus berbesar hati.

Dilaporkan juga satuan K9 Polisi Satwa yang telah ditarik mundur dimana kondisi dari 4 anjing pelacak yang dikerahkan, 3 ekor mengalami flu berat dengan hidung berdarah. Sedangkan pawang anjing K9 tersebut, 2 orang teridentifikasi terkena typhus, dan 1 orang terkena hipotermia stadium 3 dan sudah mendapat perawatan.

Beberapa personil tim SAR sudah mundur pada 12/02 kemarin dan sisanya akan kembali ke kampung halaman kamis besok (14/02) kecuali tim Wanadri yang masih akan melakukan regrouping di Bali.

Berita perkembangan kegiatan SAR darat Gunung Agung yang lalu dapat diikuti di milis Jawa Barat Peduli.

 

February 11, 2008

PERPRES 8 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana

Filed under: Data dan Informasi

Meskipun terlambat, pada tanggal 26 Januari 2008, Presiden RI telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Peraturan yang terdiri atas 70 pasal ini adalah salah satu turunan dari Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang mengatur hak dan kewenangan dari badan yang nantinya akan menggantikan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (BAKORNAS PB).

Perbedaan mendasar antara BNPB yang baru dengan BAKORNAS adalah bahwa BNPB tidak saja bersifat koordinatif lintas instansi tapi akan memiliki unsur pelaksana penanggulangan bencana  yang bertugas melaksanakan penanggulangan bencana secara terintegrasi, mulai dari prabencana, saat tanggap darurat dan pascabencana (pasal 13).

Salah satu pasalnya adalah bahwa BNPB harus membuat pedoman untuk pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk menggantikan SATKORLAK PB dan SATLAK PB. Yang menurut amanat UU 24 2007, pada April 2008, BPBD harus sudah mulai berdiri. Namun melihat banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan seperti memilih dan mengangkat kepala BNPB, unsur pengarah (terdiri atas 10 orang perwakilan instansi pemerintah, dan 9 orang wakil unsur masyarakat), unsur pelaksana, pembuatan pedoman dan seterusnya maka seperti tercantum pada PERPRES tersebut, tersedia waktu 6 bulan sebelum semua fasilitas dan dokumen akan diserahterimakan dari BAKORNAS ke BNPB.
Maka apabila semuanya lancar, pada bulan Juli 2008 kita sudah memiliki badan baru yang diharapkan akan lebih luwes dan powerful dalam penanggulangan bencana skala nasional.

Sementara itu, masih ada beberapa PERPRES dan PP lain sebagai turunan UU PB yang masih kita tunggu wujudnya.

Lihat Peraturan Presiden Nomor 8 2008 tentang BNPB dan peraturan lain di halaman Hukum, Peraturan dan Kebijakan Kebencanaan.

February 4, 2008

Banjir Jakarta dan Sekitarnya - Februari 2008

Filed under: Data dan Informasi

DKI Jakarta Flood Map

Peta Banjir DKI Jakarta 1 Februari 2008 (map courtesy of UN-OCHA)

Banjir besar kembali merendam Jakarta dan sekitarnya sejak 1 Februari 2008. Banjir yang disebabkan curah hujan lokal yang tinggi di sekitar Jakarta ini telah menyebabkan 3 orang meninggal dunia (BAKORNAS PB 2/2). Tercatat tidak kurang dari 144 titik di Jakarta yang mengalami banjir (MetroTV 1/2) sehingga menyebabkan akses jalan terputus dan kendaraan maupun perjalanan kereta api mengalami kelumpuhan. 

Data Crisis Centre Propinsi DKI Jakarta yang dilansir detik.com, Sabtu (02/02/2008) menyebutkan 79.796 jiwa terkena dampak akibat banjir ini. Korban banjir itu berasal dari 26.574 KK yang tersebar di lima wilayah Jakarta. Jakarta Pusat, titik banjir terdapat di 22 kelurahan yang berada di 7 kecamatan. Di Jakarta Timur, titik banjir berada di 30 kelurahan yang ada di 10 kecamatan. Genangan air tertinggi berada di Cipinang Muara, Jatinegara yakni 30-1 meter, Kelurahan Cipinang Besar Utara 70-120 cm, Kelurahan Cipinang Besar Selatan 40-160 cm, dan Kecamatan Pulogadung 50-80 cm. Di Jakarta Timur terdapat 43 lokasi pengungsian, 6 dapur umum, dan 5 pos kesehatan.

Di Jakarta Utara, titik genangan air berada di 5 kelurahan dengan rata-rata ketinggian 35 cm. Di wilayah ini terdapat 6 lokasi pengungsian. Sedangkan di Jakarta Selatan, titik air berada di 7 kelurahan dengan rata-rata ketinggian 10-50 cm.

Di Jakarta Barat, banjir melanda 14 kelurahan di 5 kecamatan. Di wilayah ini terdapat 27 pos penampungan, 15 dapur umum, 6 posko kesehatan, dan 6 unit perahu karet.

Banjir juga telah menyebabkan 642 unit gardu listrik milik PLN dipadamkan (Liputan 6, 02/02) dan ribuan pelanggan terpaksa tidak mendapat aliran listrik.

Sementara itu karena cuaca buruk dan terbatasnya jarak pandang sejak 1 februari pukul 10:30 WIB, bandara internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng ditutup selama hampir 5 jam. Sekira 237 penerbangan ditunda atau dialihkan selama penutupan tersebut (Antara 01/02).

Sedangkan akses Tol Bandara (Tol IR. Sedyatmo) sampai berita ini ditulis (04/02) masih tidak bisa dilalui karena terendam setinggi 1 meter. Ratusan jadwal penerbangan terganggu, bahkan dibatalkan, sementara ribuan orang calon penumpang terpaksa tidur di bandara karena menunggu keberangkatan. Lumpuhnya bandara internasional ini juga telah menyebabkan gangguan jadwal penerbangan di seluruh nusantara baik nasional maupun internasional yang melewati Cengkareng.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com