JAWA BARAT PEDULI

September 15, 2009

Laporan Perkembangan Situasi Pasca Gempa Jawa Barat #8

Laporan Perkembangan Situasi Pasca Gempa Jawa Barat #8
tanggal publikasi: 15 September 2009 pukul 1:17

.dikompilasi dari berbagai sumber oleh Jawa Barat Peduli dan INDOALERT!.
..satuan waktu bila tidak dinyatakan lain adalah pada WIB

- Data Kerusakan dan Korban -

Jumlah korban meninggal per 13/9 pukul 16.00 sebanyak 81 orang, hilang 45 orang, luka 1.238 orang dan pengungsi 177.490 orang.  
Selain korban, kerusakan juga melanda rumah penduduk, tempat ibadah, sekolah, pesantren dan gedung perkantoran, berikut rincian data kerusakan:

1. Rumah (rusak berat : 65.738 unit, rusak sedang : 36.336 unit, rusak ringan : 122.977 unit)
2. Tempat Ibadah (rusak berat : 2.417 unit, rusak sedang 569 unit, rusak ringan : 2.847 unit)
3. Sekolah (rusak berat : 2.109 unit, rusak sedang : 1.049 unit, rusak ringan : 2.106 unit)
4. Pesantren (rusak berat : 13 unit, rusak ringan : 55 unit)
5. Gedung Perkantoran (rusak berat : 343 unit, rusak sedang : 41 unit, rusak ringan : 291) (Laporan Pusdalops BNPB 13/9 16.00)

Jumlah titik pengungsian di seluruh Jawa Barat dilaporkan mencapai 164 titik (PPK-DEPKES, 13/9 17.04).

- Perkembangan Situasi Umum -

1. Tahapan awal recovery direncanakan akan dimulai pada bulan Oktober dan berakhir pada Desember 2009. Pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi akan dikoordinasikan antara BNPB, BAPPENAS, pemerintah lokal dan departemen terkait. Penilaian kerusakan dan kerugian yang terjadi akibat gempa bumi ini berbasis pada data yang dihasilkan pada tahap tanggap darurat selanjutnya dengan menggunakan metoda ECLAC (East Carribean and Latin America) yang telah juga diterapkan pada tahap rehabilitasi di Aceh, Jogja, Pangandaran, banjir di Jakarta dan gempa di Sumatera Barat. Untuk itu Pemerintah Indonesia telah menyiapkan tim DALA (Damage and Lost Assessment) untuk melakukan tugas-tugas verifikasi data (BAPPENAS).

2. Pemerintah Kabupaten Garut melalui Kepala Disnakersostrans, Elka Nurhakimah mengungkapkan bahwa masa pemberian bantuan logistik pangan bagi korban gempa diperpanjang sampai H+3 lebaran.
Saat ini stok beras hingga H+3 lebaran yang mencapai 258 ton tidak ada kendala. Masalah yang dihadapi Pemkab Garut adalah minimnya armada untuk pendistribusian bantuan terutama ke daerah terpencil. Armada yang bisa dimanfaatkan hanya dari Binamarga dan Satpol PP. Dan karenanya pendistribusian dilakukan secara bergilir, setiap hari 6-7 kecamatan.

3. Pada hari Sabtu, tanggal 12 September 2009, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB memfasilitasi pertemuan yang dihadiri oleh beberapa wakil dari kalangan akademisi (ITB, UI, UNPAD, UNPAD, IPB, ITS, UNEJ, UNPAR, Atmajaya, dan STKS) di Pusat Mitigasi Bencana – ITB untuk mendiskusikan rencana kegiatan kajian penyelenggaraan penanggulangan bencana gempabumi di Selatan Jawa. Kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya BNPB untuk mencari informasi guna mendukung rencana strategi pemulihan pasca kejadian gempa bumi.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa akan dibentuk dan dikerahkan beberapa Tim yang akan melakukan kunjungan lapangan untuk mengkaji kondisi terkini penanganan bencana, melihat prakiraan ancaman kedepan, mengevaluasi kendala dan permasalahan yang ada, serta untuk memberikan sosialisasi dan penjelasan kepada masyarakat akan pentingnya upaya pengurangan risiko bencana (terutama mitigasi) (BNPB 13/9 14.45)

4. Pemprov DKI mengirimkan bantuan hasil penggalangan dari masyarakat Jakarta untuk korban gempa bumi Jawa Barat. Bantuan terdiri dari 32 truk berisi sembako, pakaian, air mineral, kompor gas, selimut, dan lainnya dari 16 unit satuan kerja Pemprov DKI beserta 34 dokter dan tenaga medis, serta 300 personel Satuan Polisi Pamong Praja (PP) diberangkatkan langsung Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (14/9) pagi. Gubernur memprediksikan bahwa bantuan paling lambat sudah diterima korban pada hari Rabu 16/9. (tvone 19.27)

- Perkembangan Masalah Kesehatan -

1. Permasalahan kesehatan di Garut dilaporkan terjadi peningkatan baik dari segi jumlah penyakit maupun jumlah penderita. Sekira 952 pengungsi menderita myalgia (penyakit otot dan tulang), 1.755 kasus ISPA, 1.287 kasus gastritis, 264 sakit mata, 316 kasus hipertensi, 210 kasus diare, 4 sakit kepala, 1 ulsus kaki, 48 lesu, 594 flu, 48 dermatitis, 102 cephalgia, dan 629 orang yang menderita berbagai keluhan sakit lainnya termasuk masih dijumpai adanya penderita gangguan jiwa.
Data ini dikumpulkan dari 28 titik lokasi pelayanan medis yang terdapat di 20 desa dan tersebar di 8 kecamatan (kompas 16.02).

2. Tim observasi dari RSJ Bandung diturunkan ke wilayah Sodong, Pangalengan untuk melakukan observasi kasus gangguan jiwa di titik-titik pengungsian.

3. PPK-DEPKES mendirikan rumah sakit lapangan di Komplek Komando Pendidikan Sekolah Calon Tamtama Desa Margamukti Kecamatan Pangalengan. Rumah sakit sementara berukuran 50x50 meter ini sudah mulai beroperasi sejak 8/9. (detiknews 18.42). Pasien yang dilayani di RS Lapangan Depkes di Kec. Pengalengan Kab. Bandung sejak tanggal 10 - 14 September 2009 sebanyak 2.713 orang (Rawat Inap Kumulatif : 36 orang, Rawat Jalan Kumulatif : 2.652 orang dan Rujuk : 25 Orang. Selain itu sarana kesehatan yang rusak sebanyak 202 unit yaitu 2 RS, 57 Puskesmas, 77 Pustu, 15 Polindes dan 51 Rumah Dinas (PPK-DEPKES 22.33).

4. Dilaporkan terjadi pengungsian sebanyak 157.432 orang di seluruh provinsi Jawa Barat yang tersebar di sekitar 160 titik pengungsian.
Saat ini permasalah kesehatan masih dapat diatasi. Namun pemantauan tetap dilakukan oleh seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi serta PPK-DEPKES. (PPK-DEPKES 13/9 17.04)

- Perkembangan Dari Daerah -

Kabupaten Ciamis
1. Stok beras yang dialokasikan untuk bantuan korban bencana alam gempa di Ciamis sudah habis. Sementara itu tujuh dari 36 kecamatan yang dilanda bencana belum mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. Bantuan yang masih tersedia saat ini hanya berupa mie instan dan sarden. Selain beras, kebutuhan lain yang juga cukup mendesak di Ciamis adalah tenda keluarga. (pikiran rakyat 19.28)

Kabupaten Garut
1. PT. Astra International, Tbk menyerahkan paket bantuan senilai Rp. 2.51 miliar bagi korban bencana di wilayah Cikelet, Garut serta Pangalengan dan Tasikmalaya. Selain itu untuk program jangka menengah dan panjang akan dilakukan rehabilitasi sekolah di Desa Girijaya dan Cisok, Cibinong, Cianjur dan merehabilitasi rumah ibadah di Cikelet, Garut dan Cisaat, Sukabumi (jurnalnasional 14.03)

Kabupaten Tasikmalaya
1. Atap pasar Singaparna ambruk saat pasar sedang ramai pengunjung Minggu (13/9) pagi. Robohnya Pasar Singaparna memang sudah diprediksi pascagempa berkekuatan 7,3 SR mengguncang Tasikmalaya. Kala itu tiang-tiang besi penyangga miring. Puncaknya ketika hujan mengguyur dini hari tadi, tiang penyangga tak kuat menahan beban dan akhirnya roboh (liputan 6 13/9 22.10).

- Respon Relawan -

1. Lions Club Distrik 307-B Indonesia, Lions Club Bandung Merdeka dan Lions Club Jakarta Mutiara menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Ciamis Senin (14/9). Sebagian bantuan diarahkan untuk korban bencana yang ada di Desa Darmacaang, Kec. Cikoneng. (pikiran rakyat 19.28)

2. Rotary District 3400 bekerja sama dengan Jakarta Rescue membuka Posko sejak Kamis 4/9 di desa Margamukti kampung Rancamanyar, Kec. Pangalengan. Tim gabungan ini terdiri dari tim medis, tim evakuasi dan tim bantuan medis. Tim medik setiap hari melayani hampir 250 pasien dari berbagai umur. Mayoritas permasalahan kesehatan yang ditemui adalah ISPA dan sakit mata.
Tim relawan Rotarian dan Jakarta Rescue juga membangun 2 unit instalasi biogas yang memanfaatkan kotoran sapi bagi keluarga pengungsi, selain itu mendirikan tenda-tenda pengungsian, mendistribusikan sumbangan, dan membantu pembersihan puing-puing bangunan. Jakarta Rescue dilaporkan telah menurunkan relawan sebanyak 79 personil.
Selain itu diinformasikan juga bahwa minggu ini tenda-tenda dari rotary akan mulai didistribusi, tenda tersebut antara lain 100 tenda kapasitas 5 orang dan tenda shelterbox kapasitas 10 orang serta tenda individual. Dengan jumlah total mencapai 1100 tenda.

3. Tim Trail Bandung Association (Trabas) bekerja sama dengan Yayasan Setia Bhakti Lestari hari ini (14/9) mengirimkan bantuan sejumlah 2 truk, relawan medis dan 4 orang dokter serta tim motor trail ke Kec. Sindangbarang, Cianjur. Bantuan terdiri dari 4ton beras, 300dus mie instan, 300 karton air mineral, terpal 6 roll, selimut 400pcs, dan sandang 700 pcs, serta makanan bayi sekira 200 paket. Tim berkoordinasi dengan Posko FKKBPA-BR di Kp. Cigenteng, ds. Muaracikadu, Sindangbarang dan pihak kecamatan untuk melakukan operasi distribusi bantuan dan pelayanan medis mobile selama 3 hari di wilayah tersebut.

4. Posko Mahawarman di ds. Cihaurbeuti masih beroperasi sampai Rabu (16/9). Besok direncanakan kembali akan diberangkatkan personil ke posko tersebut untuk membantu pendistribusian logistik dan pendampingan warga korban bencana.

5. Dari Posko Common Room diinformasikan bahwa pendistribusian logistik ke satu wilayah terpencil di Pangalengan yaitu Kampung Sukalilah, Ds. Sukamanah telah dilakukan kemarin (13/9). Hasil pemantauan di lapangan, di RW 08 tedapat 15 rumah hancur, 59 rumah rusak berat dan 88 rusak ringan. Dan bantuan yang masih dibutuhkan adalah 300 unit selimut untuk bayi dan 20 unit terpal ukuran 6x8 meter.

6. Ikatan Alumni Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran telah membuka penggalangan bantuan yang akan ditujukan pada para peternak sapi di kecamatan Pangalengan yang menjadi korban gempa.

7. Posko KMPA/FKKBPA-BR melaporkan bahwa tim akan memulai program pendampingan dan penguatan warga korban bencana sekurangnya di tiga titik. Yaitu di Pangalengan, Sindangbarang dan ds. Panyindangan, Cisompet, Garut. Saat ini tim sedang fokus untuk membangun database di ketiga titik tersebut. Database ini nantinya dapat dipergunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan pada fase recovery. Diperkirakan akan dibutuhkan daya dukung yang cukup besar agar tim dapat melakukan hal tersebut. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Posko KMPA melalui Rico 813 2001 5050

- Respon Internasional -

1. UNICEF telah merencanakan untuk mengirimkan 500 tenda sekolah.

2. Rotary - Shelterbox telah mengirimkan 1000 unit shelterbox dan siap untuk didistribusikan.

- Media Internasional -

1. Meskipun berbagai bencana datang silih berganti, Indonesia dinilai masih tergagap-gagap saat menangani bencana dalam skala yang besar, demikian dilansir IRIN yang mengutip sumber resmi pemerintahan dan para ahli.
Diungkap bahwa meskipun bantuan yang masuk dipandang cukup namun distribusi tidak merata. Hal ini ditengarai karena pejabat pemerintah di tingkat daerah tidak memiliki daya dukung yang cukup, terutama adalah transportasi dan sumber daya manusia. Selain itu, diungkap pula soal masih kurangnya sumber daya serta koordinasi beberapa saat setelah gempa terjadi.
Hukum di Indonesia mensyaratkan pembentukan badan baru di setiap 32 provinsi di Indonesia untuk penanggulangan bencana. Namun demikian, sampai saat ini baru 18 provinsi yang membentuknya. Itupun tidak berfungsi 100%. "Uang adalah kendala utama. Badan baru membutuhkan aturan baru, staf baru, dan itu membutuhkan uang yang banyak." demikian dikatakan jurubicara BNPB, Priyadi Kardono.
Sementara itu, walaupun pada November lalu Indonesia telah meluncurkan sistem peringatan dini tsunami untuk melindungi warga di pesisir pantai, Danny Hilman, ahli tsunami dari LIPI menyampaikan bahwa sistem yang rencananya akan siap pada 2010 itu saat ini masih merupakan sistem yang sangat sederhana dan belum sempurna. Hanya sistem sensor seismic yang bekerja. Hilman juga menyoroti soal kurangnya penelitian geologi mengenai wilayah yang rentan terkena gempa dan tsunami.
Di lain hal, Fauzi, kepala divisi gempa di BMKG mengatakan bahwa kantornya meluncurkan peringatan tsunami 4 menit setelah gempa terjadi. "Kami meluncurkan peringatan, masalahnya, bagaimana menyampaikannya informasi ini kepada publik dan apakah pemerintah lokal sudah siap," kata Fauzi.
Hilman juga mengungkap bahwa gedung-gedung tinggi di Jakarta dibangun berdasarkan aturan konstruksi tahun 2002, dan gempa pada tahun 2007 di laut Jawa tempo hari menunjukkan bahwa kita masih membutuhkan regulasi yang lebih kuat. (IRIN 10/9)  

**********

*publikasi ini dikirimkan ke milis jawa barat peduli dan seluruh daftar
kontak penanggulangan bencana gempa Jawa Barat. Apabila anda ingin keluar
dari sirkulasi publikasi ini cukup kirimkan email dengan judul unsubscribe
pada jabarpeduli@gmail.com
**untuk publikasi sebelumnya dapat dibaca di weblog Jawa Barat Peduli atau
melalui milis.
***publikasi perkembangan situasi pasca gempa jawa barat akan kembali diedarkan setelah ada perkembangan dan informasi lebih lanjut dari rekan-rekan di lapangan.

**********

KONTAK:

Jawa Barat Peduli
http://poskojabar.blogsome.com
http://groups.google.com/group/jabarpeduli
jabarpeduli@gmail.com

INDOALERT! dan INDONESIAGA!
http://indoalert.wordpress.com
indoalert@gmail.com

September 10, 2009

Laporan Perkembangan Situasi Pasca Gempa Jawa Barat #7

Laporan Perkembangan Situasi Pasca Gempa Jawa Barat #7
tanggal publikasi: 10 September 2009 pukul 23:00

.dikompilasi dari berbagai sumber oleh Jawa Barat Peduli dan INDOALERT!.
..satuan waktu bila tidak dinyatakan lain adalah pada WIB

- Data Kerusakan dan Korban -

Kerusakan yang terjadi akibat gempa 7.3 skala richter pada tanggal 2 September 2009 telah meliputi 14 kabupaten /kota di Jawa Barat.
Sampai dengan tanggal 10 September 2009, pukul 12.00 WIB, perkembangan data korban meninggal akibat gempa di  Provinsi Jawa Barat sebanyak 80 orang, 1.142 orang mengalami luka, 47 orang masih dinyatakan hilang dan 31.580 KK (186.637 jiwa) mengungsi. Korban meninggal terbanyak terdapat di Kab. Cianjur (28 orang) dan Kab Bandung (22 orang), sedangkan untuk jumlah pengungsi terbanyak terdapat di Kab. Bandung (76.665 orang) kemudian Kab. Ciamis sebanyak 26.266 orang.
 
Data kerusakan rumah penduduk sampai saat ini terus bertambah, sebanyak 67.760 unit rusak berat dan 150.839 unit rusak ringan. Penambahan data kerusakan juga terjadi pada data Sekolah sebanyak 1.193 unit rusak berat dan 1.664 unit mengalami rusak ringan.

Sedangkan di Provinsi Jawa Tengah, dampak dari gempa hanya melanda Kabupaten Cilacap. Tidak dilaporkan adanya korban meninggal namun sebanyak 1.348 orang mengungsi karena rumah mereka mengalami kerusakan. Jumlah rumah penduduk yang rusak akibat gempa berjumlah 3.565 dengan rincian 1.220 unit rusak berat dan 2.345 unit rusak ringan.

Masing-masing Satlak PB/BPBD setempat masih melakukan pendistribusian bantuan tanggap darurat berupa pangan dan non pangan, melakukan pelayanan kesehatan dan melakukan pendataan korban dan kerusakan.

Sedangkan di Kabupaten Cianjur, evakuasi korban tertimbun di desa Cikangkareng masih terus berlanjut, baik menggunakan alat berat maupun dengan cara tradisional. (Laporan Pusdalops BNPB)

- Waduk dan Situ -

Data terbaru yang diterima Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa Barat menyatakan adanya keretakan di beberapa situ yang ada di Jawa Barat bagian selatan pasca-terjadinya gempa bumi berkekuatan 7,3 SR yang mengguncang Jabar, Rabu (2/9).

Kepala Dinas PSDA Jabar Iding Srihadi A mnegungkapkan setidaknya ada tiga situ di wilayah Jabar selatan yang mengalami kebocoran akibat gempa bumi. Ketiga situ tersebut yakni Situ Sukarame, Situ Cisanti, dan Situ Gede. Kebocoran dan retakkan yang dialami ketiga situ tersebut, papar Iding, sudah cukup besar, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan.

Selain kebocoran pada beberapa situ, Dinas PSDA Jabar juga menemukan adanya kerusakan di beberapa saluran irigasi di wilayah Jabar selatan. Namun, kata Iding, kerusakan yang terjadi di beberapa saluran irigasi seperti irigasi merjan dan irigasi padawaras, tidak mengganggu suplay air di wilayah alirannya. (tribunjabar 20.17)

- Perkembangan Situasi Umum -

1. Bupati Halmahera Selatan Propinsi Maluku Utara Muhammad Kasuba menberikan bantuan dari warga Halmahera Selatan sebesar Rp 100 juta untuk korban gempa, kemarin, 9 September 2009. Bantuan diterima oleh Gubernur Jawa Barat. (vivanews 9/9 13.06)

2. Bantuan dari pemerintah Qatar berupa logistik sebanyak 30 ton atau senilai US$ 900 ribu. diserahkan Letnan Kolonel Khames M. Al-Moraikhy, pimpinan rombongan dari Qatar di Posko Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Jawa Barat dan diterima oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat Lex Laksamana. (vivanews 15.54)

3. PT. Pupuk Sriwijaya mewakili masyarakat Sumatera Selatan turut berbelasungkawa dan memberikan bantuan berupa uang senilai Rp. 100 juta. (vivanews 15.54)

4. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Paskah Suzetta menyatakan bahwa masa tanggap darurat selesai pada 16 September 2009. Akan dilanjutkan dengan memasuki tahap penghitungan kerusakan dan kerugian akibat gempa yang akan berlangsung hingga pertengahan Oktober 2009. Selanjutnya, tahap rehabilitasi dan rekontruksi, di mana pada tahap ini akan dilakukan perbaikan sarana umum, seperti masjid dan sekolah, dan dilanjutkan pembangunan rumah penduduk, dan ditargetkan selesai pada Januari - Pebruari 2010. (elshinta 5.06)

5. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryaman saat menerima bantuan dari warga Halmahera Selatan menyampaikan ide mengenai adanya mekanisme bagaimana dana bencana dapat dikumpulkan dari seluruh Indonesia per kabupaten/kota dan tingkat propinsi. Jika saatnya tiba maka dana-dana tersebut langsung dapat dikucurkan guna membantu wilayah yang terkena bencana (kominfo)

6. PMI menerima bantuan dari PT. Summit Auto Group sebesar 200 juta rupiah dan diterima oleh Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad di Jakarta (pmi news).

7. Manajer Komunikasi PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, Adang Zarkasih menyampaikan bahwa korban gempa di Jawa Barat dibebaskan dari biaya pemasangan listrik baru. Disampaikan pula bahwa dari 20.000 pelanggan PLN yang menjadi korban gempa, sebanyak 5.500 rumah warga yang rusak parah, instalasi listriknya ikut hancur.

- Perkembangan Masalah Kesehatan -

1. Dari Garut dilaporkan adanya masalah gangguan jiwa pada para pengungsi. Kondisi mereka antara lain kerap gelisah dan cemas akibat dihantui berbagai ketakutan yang berlebihan. Demikian diungkap Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Garut, Hendy Budiman. Kasus paling banyak terjadi di desa Toblong, Kecamatan Peundeuy, disusul Kecamatan Cikelet dan Pameungpeuk (tvone 10.34). Untuk itu enam dokter ahli jiwa dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, hari ini akan tiba di desa Toblong untuk melaksanakan pelayanan serta pelatihan para kader kesehatan jiwa (kompas 16.55)

2. Data permasalahan kesehatan di Garut dilaporkan 784 pengungsi menderita insfeksi pernapasan atas, 510 myalgia (penyakit otot dan tulang), 410 (mag), 134 penyakit mata, 104 diare serta 78 penyakit kulit (tvone 10.34).

3. Dari Cianjur dilaporkan ratusan anak-anak korban gempa bumi di tenda pengungsian di Desa Jayapura, Cigalontang, Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai terserang muntaber. Mereka dilarikan ke Puskesmas dan Posko Kesehatan yang ada. Disebutkan gejala penyakit muntaber meningkat akibat mereka tidur di tenda yang penuh debu. Sehingga makanan yang dimakan terkena bakteri. (elshinta 16.06)

- Perkembangan Dari Daerah -

Kabupaten Garut
1. Pengungsi di Kecamatan Peundeuy dilaporkan ada lebih dari 6.000 jiwa. Dimana 700 diantaranya terkonsentrasi di beberapa titik pengungsian di desa Toblong (tvone 10.34). Dilaporkan pula bahwa gempa susulan masih terasa dan warga masih trauma. Bantuan yang paling dibutuhkan antara lain tenda, selimut, makanan bayi, susu dan sembako. Bantuan yang datang hari ini dari tim Bakrie Untuk Negeri (BUN) berupa air mineral, mie instan, selimut dan tenda yang diterima langsung oleh Camat Peundeuy, Rosidin. (vivanews 10.10)
Profil kecamatan Peundeuy: http://sikec.garutkab.go.id/UserFiles/File/peundeuy2009.pdf

Kabupaten Ciamis
1. Sekda Ciamis, Drs H Dayat Hidayat Kartasasmita yang juga Ketua Umum Satkorlak PB Ciamis menyatakan bahwa pencairan dana tak tersangka (DTT) untuk tanggap darurat bencana sejumlah 1.5 miliar rupiah akan dilakukan hari ini atau paling lambat Jum’at besok (11/9) (tribunjabar 10.55)

Kabupaten Bandung
1. Dari Pangalengan dilaporkan bahwa walaupun bantuan terus menerus mengalir, namun tetap saja kurang. Tidak saja makanan pokok dan beras namun juga susu bayi. Untuk itu Camat Pangalengan, Haris Taupik mengimbau agar para ketua RT membuat ajuan kepada RW, RW ke desa kemudian dari pihak desa ke kecamatan untuk ditindaklanjuti (tribunjabar 11.49)

2. Tim assessment FKKBPA melaporkan bahwa ada dua RW di ds. Mekarwangi, Kec. Lembang yang terdapat 23 unit rumah yang rusak sedang dan berat namun masih dapat ditempati apabila dilakukan perbaikan dan saat ini menunggu bantuan berupa bahan bangunan.

Kabupaten Bandung Barat
1. Dari Kp. Panyindangan, Ds. Cipongkor, Kab. Bandung Barat dilaporkan pengungsi masih berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Bantuan bahan makanan dan obat-obatan masih sangat terbatas. Dan lantaran sulit mendapatkan air bersih banyak pengungsi menderita gatal-gatal. Dari laporan sebelumnya tercatat 2.426 rumah rusak di Bandung Barat yang tersebar antaranya di Kec. Sindangkerta, Rongga, Cisarua, Batujajar, Cihampelas, Ngamprah, Cililin dan Cipongkor.
Untuk Cipongkor dilaporkan oleh Bpk. Momon, Kesbangpolinmas Bandung Barat ada 250 pengungsi yang masih kekurangan bahan makanan pokok dan lauk pauk.

Kabupaten Cianjur
1. Batas pencarian terhadap puluhan korban longsor di Kampung Babakan Caringin, Desa Pamoyanan, Cibinong, Cianjur akan dihentikan pukul 16.00 WIB sore Kamis (10/9). Sebelumnya, masa evakuasi telah diperpanjang dua hari dari jadwal semula tanggal 8 September lalu. BNPB memastikan tidak akan ada lagi perpanjangan karena kondisi jenazah dipastikan sudah rusak dan para petugas sudah mengalami kesulitan untuk mencari korban.
Salah seorang warga mengaku pasrah dengan keputusan itu (elshinta 10.28).
Namun berita itu dibantah oleh Deputi Penanganan Darurat BNPB, Sutrisno. Disampaikan bahwa pemerintah akan tetap melakukan pencarian sampai 14 hari setelah kejadian (kompas 16.41).
Dilaporkan bahwa pencarian hari ini dan dua hari kebelakang yang dilakukan oleh tim Basarnas, PMI, aparat TNI/POLRI dengan dibantu masyarakat tidak membuahkan hasil. Diperkirakan masih ada 42 korban yang terkubur sementara 28 korban tewas berhasil dievakuasi (tribunjabar 12.23).

Kabupaten Tasimalaya
1. Distribusi bantuan yang dirasakan pengungsi kurang merata. Di Bojonggambir, pengungsi mempertanyakan masalah distribusi logistik pada petugas. Ny. Ade Mulyati menyampaikan "Saya lihat banyak bantuan disumbangkan bahkan dari pemerintah juga memberikan bantuan, tapi yang saya tahu selama ini hanya menerima beras 1 kg dan beberapa bungkus mie," katanya. Tokoh masyarakat setempat juga mengharapkan ada sikap profesional dari petugas dalam penyaluran bantuan. (antaranews 22.25)

2. Di Kampung Pasir Gede, Sukahening, Tasikmalaya muncul semburan lumpur yang berbau belerang menyengat. Semburan ini adalah yang ketigakalinya setelah tahun 1970 dan 1980. Penelitian sementara dari ITB melaporkan bahwa semburan tidak mengandung material racun dan tidak membahayakan. Walaupun tidak diketahui kapan akan berhenti. (liputan6 21.32)

- Respon Relawan -

1. 4 kendaraan gardan ganda membawa 12 orang persnoil dari Bandung Solidarity, Mahawarman, dan STKS Bandung meluncur ke Garut untuk mendistribusikan logistik ke wilayah yang kurang terjangkau bantuan. Logistik yang dibawa antara lain air mineral 26 dus, susu ultra 22 dus, sarden 250 kaleng, pakaian, beras 22 karung. Dilaporkan tim berhasil mendistribusikan ke beberapa titik desa antara lain ds. Panyindangan dan ds. Depok Kec. Cisompet kemudian ds. Sukanagara, Kec. Peundeuy dan beberapa  titik di Kec. Cikelet serta Kec. Pameungpeuk. Tim hari ini juga langsung kembali ke Bandung untuk besok hari melakukan dukungan untuk layanan medis di Pangalengan. Tim melaporkan bahwa jalur perjalanan ke Garut Selatan melalui Cikajang - Pameungpeuk dalam kondisi aman.

2. 1 unit kendaraan Land Rover dari LRCB meluncur dengan membawa 6 orang personil dari KMPA/FKKBPA-BR untuk memberikan pendampingan di posko pengungsi yang terletak di ds. Panyindangan, Kec. Cisompet. Rencananya besok akan ada pemberangkatan relawan dari Universitas Parahyangan ke lokasi yang sama.

3. Relawan medis dari STIKES Dharma Husada hari ini memberikan pelayanan medis di Kec. Cibinong, Cianjur. Dan pada malam hari akan mundur kembali ke Bandung.

4. Beberapa relawan privat rencananya akan bergerak ke Tasikmalaya pada hari Sabtu 12/9 untuk melakukan dorongan logistik ke Sodonghilir, Tasikmalaya.

5. Grup Motor Besar, Harley Davidson Club Indonesia rencananya akan memberikan bantuan logistik ke Pangalengan pada hari Sabtu 12/9.

6. Trabas melaporkan sudah tersedia 6 roll (@100 meter) tarpaulin yang siap didistribusikan.

7. Posko BK. Katedral melaporkan tersedia logistik berupa selimut 2 koli, pakaian, dan logistik makanan yang siap di distribusikan.

8. Dari Posko Wanadri di Citere dan Gunung Cupu, Pangalengan dilaporkan kegiatan yang dilakukan adalah pendistribusian logistik dan assessment. Tim diperkirakan akan mundur pada hari Jum’at 11/9 besok.

9. Tim IOF Peduli-Basarnas dari Jakarta sudah bergerak mendistribusikan logistik ke Pangalengan. Besok direncanakan ada 16 kendaraan yang membagikan 1000 paket logistik ke beberapa titik.

- Respon Internasional -

1. Rapat koordinasi yang difasilitasi oleh UN-OCHA dan dipimpin oleh BNPB sedianya telah dilaksanakan pada sore hari tadi pukul 15.00 bertempat di STKS Bandung. Rapat dihadiri oleh liaison officer dari Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional dan partnernya di Indonesia.
Pada rapat sebelumnya telah ditentukan focal point di seluruh kabupaten terdampak.

2. 7 LSM lokal, 13 NGO internasional dan 4 negara donor turut serta dalam penanggulangan gempa Jawa Barat yang difasilitasi oleh Agensi PBB, UN-OCHA.

3. Distribusi logistik yang telah dilakukan dan terdata per 9 september 2009 pkl 15.16 termasuk dari BNPB Departemen Sosial dan PMI adalah: Beras 31 ton, tenda peleton 40 unit, tenda regu 400 unit, tenda keluarga 511 unit, tarpaulin 10.628 lembar, dapur umum 101 unit, selimut 4.244 unit, sarung 914 unit, tikar 1.550 unit, kit anak 909 unit, kit hygiene 875 unit, kit bayi 250 unit, sandang 2.000 stel, genset 2 unit, sarden 56.040 kaleng, kecap 5.540 botol, sambal 5.520 botol, minyak goren 962 liter, mie isntan 38.947, garam 100 bungkus, paket makanan 1.506 unit, teh 100 bungkus, gelas 40 unit, piring 40 unit, kelambu 50 unit, jala plastik 50 unit, tambang 8 unit, midwifery kit 20 unit, kit ibu hamil 50 unit, kit ibu melahirkan 50 unit,     kit keluarga 1.500 unit, perpustakaan berjalan 1 unit, toilet berjalan 6 unit, air bersih 16.000 liter, tangki air 2 unit dan lampu badai 409 unit.

**********

*publikasi ini dikirimkan ke milis jawa barat peduli dan seluruh daftar kontak penanggulangan bencana gempa Jawa Barat. Apabila anda ingin keluar dari sirkulasi publikasi ini cukup kirimkan email dengan judul unsubscribe pada jabarpeduli@gmail.com
**untuk publikasi sebelumnya dapat dibaca di weblog Jawa Barat Peduli atau melalui milis.
***publikasi perkembangan situasi pasca gempa jawa barat akan dihentikan sementara sampai ada perkembangan lebih lanjut dari lapangan.

**********

Pergerakan respon dari relawan sipil di Bandung; Sitrep #6

Di informasikan beberapa pergerakan yang terditeksi per 9/9.
Sekaligus juga sebagai Situation Report Jawa Barat Peduli #6.

Posko Wanadri, Kiara Kohok, Pameungpeuk
- Tim sudah mundur ke Bandung per (7/9)
- Sebagian tim merapat ke Pangalengan untuk melakukan assessment dan
mendirikan posko. Rencananya malam ini akan ada dorongan logistik ke
Pangalengan. Beras 12 karung + lauk pauk + selimut 100 pcs + tarpaulin
70 sheet. Posko W ada di Gunung Cupu dan Citere, Pangalengan.

Posko Bersama STKS, ISMAKES, Bandung Solidarity, Sukamanah, Pangalengan
- Tim sudah mundur per (7/9)
- Rencana pelayanan medis dari ISMAKES setiap hari Sabtu dan Minggu di
Pangalengan

Posko Mapenta UNISBA dan Rumah Pintar, ds. Pasirjambu, Gambung
- Mengkoordinasikan distribusi logistik
- Melakukan pendampingan trauma healing pada anak2 korban bencana

Posko KMPA/FKKBPA-BR di ITB
- 10/9 pkl. 08.00, 1 unit Land Rover LRCB + 9 personil (7 orang tim
medis dari UNAI), tujuan kec. Sindang Barang, Cianjur. Pelayanan Medis
di 4 titik.
- 1 unit tim assessor sampai saat ini masih stay di ds. Mekarwangi, Kec.
Lembang untuk melakukan needs assessment material bangunan berdasarkan
permintaan dari Kadus yang bersangkutan.
- 1 unit tim assessor standby di Situ Cileunca, Pangalengan. Dikabarkan
masih ada titik yang masih memerlukan bantuan logistik dan medis ->
belum ada respon.
- 1 unit tim assessor standby di Kec. Cibalong, Garut, pendampingan
korban bencana -> belum ada informasi lebih lanjut.

YAYASAN IBU
- 1 unit truk logistik sampai besok pagi di Kec. Sukanegara, Cianjur.
Sudah ada klinik medis dari Yayasan Ibu yang memberi pelayanan.
- 1 tim masih membuka Posko di Cikelet untuk support logistik dan
pelayanan medis -> posisi belum diketahui.

STIKES Dharma Husada, Bandung
- 1 unit tim medis dan ambulans sudah merapat di Kec. Cibinong, Cianjur
untuk melakukan pelayanan medis. Lama operasi 1 hari.
- 1 unit tim medis baru saja merapat hari ini di Bandung setelah
melakukan pelayanan medis selama 1 minggu di Tasikmalaya, Ciamis dan
Cianjur.
- Hari Sabtu dan Minggu kembali akan melakukan pelayanan medis di
Pangalengan.

STKS, Bandung
- Hari Sabtu akan ada tim yang merapat ke Cianjur Selatan, dorlog.

Bandung Solidarity/Mahawarman/STKS
- 2 kendaraan besok pagi (9/9 06.00) akan melakukan dorongan logistik ke
Pameungpeuk, diarahkan untuk merapat koordinasi dengan Posko GRN di
Pameungpeuk.

Trabas, Bandung
- Per 7/9, 1 unit Land Rover dari LRCB dorlog ke ds. Pasirjambu,
Gambung, merapat ke Posko Mapenta dan Rumah Pintar. Support makanan
bayi, biskuit anak, beras dan mie instan.
- Mengkoordinasikan keberangkatan 15 orang dokter pada hari Senin (14/9)
- Mengkoordinasikan support tarpaulin, akan diarahkan ke Kec. Sindangbarang.

Global Rescue Network, Jakarta
- Masih stay di Sayang Heulang, Pameungpeuk dan melakukan distribusi
logistik serta pelayanan medis. Coverage Kec. Pameungpeuk dan Kec.
Cikelet. Tim GRN saat ini masih membutuhkan tim medis untuk aplus.
Rencana posisi posko dalam satu dua hari akan pindah ke lapangan LAPAN
di Kiara Kohok. Menggantikan tempat yang sebelumnya ditempati oleh
Wanadri.  -> masih belum konfirm tim medis yang akan mensupport GRN
(mohon bantuan rekan2)

IOF, Jakarta
- Rencana keberangkatan 10/9, dorlog, arah ke Pangalengan (mohon
updatenya mas Ronny)

Posko Walhi Jabar
- Terus melakukan kompilasi data assessment dari berbagai pihak.
- Melakukan kontrol pada pemerintah.

Posko Konus
- Terus melakukan kolekting logistik dari para donatur

Posko Common Room, Kyai Gede Utama, Bandung
- Masih menerima penampungan logistik

Posko Tanggap Darurat Pemprov Jabar, Media Center, Diponegoro 20
- Melakukan meeting setiap hari pukul 15.00 untuk koordinasi SATLAK.
- Melakukan evaluasi setiap hari pukul 16.00 dengan Dinas Teknis
dipimpin oleh Sekda.
(bila ada rekan2 masyarakat sipil yang mau bergabung dipersilahkan merapat)
- Nomor telepon untuk Media Center 0813 9402 2559 (tapi kami coba tidak
direspon)
- Nomor telepon asisten Gubernur 081394022559 (untuk laporan daerah yang
masih belum tersentuh ke nomor ini, kami coba juga tidak di respon)
- Sudah ada pendampingan dari UN-OCHA
- Besok rencananya akan ada meeting UN /PMI /Donor di Bandung

Kekuatan armada yang siap bergerak:
- 2 unit Land Rover di rayon Bandung Barat, Cimahi
- 4 unit Land Rover di rayon Bandung Timur, Cileunyi.
- 1 unit Land Rover di Konus
- 20 unit Land Rover LRCB standby on call.
- 1 unit truk 3/4 ton di Cimahi

Kekuatan medis yang Standby:
- sdm nil, baru siap setelah hari Sabtu.
- obat nil, baru siap setelah hari Sabtu

Donasi yang masih standby:
- Posko Katedral
- Logistik di Posko Penggalangan Bantuan di Corps Mahawarman (belum terdata)

Ciamis masih belum ada kontak aset. Mohon di update.
Nampaknya operasi masih diperlukan untuk jangka 1 minggu ke depan. Dari
berbagai titik yang masih sangat dibutuhkan adalah:

- shelter (family shelter) -> 1 roll tarpaulin/ bagor (100m x 2m) bisa
dibuat 18 unit shelter sementara.
- makanan balita/ anak,
- obat dan pelayanan medis
- pendampingan psikososial/ trauma healing
- uang untuk dukungan pergerakan operasi
- alat masak
- alat pertukangan dan bahan bangunan

Mohon hindari dulu distribusi:
- susu formula (ada laporan alergi)
- beras dan mie instan (untuk beberapa titik dilaporkan menumpuk di SATLAK)

Livelihood dilaporkan tidak terlalu terganggu, sehingga dorongan
logistik berupa tenda, alat pertukangan, alat masak atau bahan bangunan
lebih diprioritaskan. Diperlukan juga koordinasi, kontrol dan
pendampingan terus menerus ke SATLAK setempat untuk masalah distribusi
logistik serta peta kekuatan.

Mohon juga dalam pendampingan dan persentuhan dengan korban bencana
ditekankan untuk counter isu gempa susulan yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan. Karena dilaporkan masih ada warga yang masih
meninggalkan rumahnya karena takut ada gempa susulan lagi yang lebih
besar. Nampaknya diperlukan surat keterangan dari pihak berwenang/ BMKG
yang ditembuskan ke kecamatan untuk mengcounter hal ini.

Demikian sementara ini, mohon juga informasi yang lebih intens dari
pergerakan yang dilakukan rekan-rekan agar TST (Tau Sama Tau) dan
masing2 bisa memetakan kekuatan atau membaginya. Sangat disarankan
apaila ada pergerakan ke salah satu titik diatas, bisa berkoordinasi
dengan posko yang sudah ada di lokasi.
Info pergerakan bisa melalui milis ini, email ke alamat diatas atau via
sms ke 811 21 7686

Hatur nuhun atas dedikasi dan komitmen rekan2 semua untuk warga Jawa
Barat. Mohon maaf bila ada kekurangan dan reportnya kurang terstruktur.

September 6, 2009

Penyaluran Bantuan untuk Korban Gempa Jawa Barat

Filed under: Respon Bencana

Jawa Barat Peduli membuka posko penyaluran bantuan untuk korban gempa di Jawa Barat.
Bekerjasama dengan Corps Mahawarman, dan SAR UNPAD kami membuka posko bersama untuk pooling logistik di:

Sekretariat Corps Mahawarman, Jl. Surapati 29, Bandung.
Hubungi: Ibu Ipoet 081321881097 

atau dapat juga diserahkan melalui:

  1. Sekretariat TRABAS, Jl Riau 49, Bandung
  2. Sekretariat WANADRI, Jl. Aceh 155, Bandung (022) 4206440

Untuk sumbangan berupa uang dapat dikirimkan melalui nomor rekening:

BANK JABAR #00019692851000 a/n Andar Manik

Untuk periode tanggap darurat (sampai H+14), bantuan yang masih dibutuhkan untuk kategori non-food adalah:
- tenda keluarga
- mck portable dan peralatan mandi
- air bersih
- perlengkapan tidur (terutama selimut/ sarung/ alas tidur)
- sandang
- obat-obatan (terutama obat batuk anak/dewasa, obat flu dan panas anak/dewasa, obat diare, dan vitamin)
- peralatan masak dan makan (kastrol, kompor gas, piring, gelas, sendok, garpu, dsb)

Sedangkan untuk food item adalah:
- sembako (sebaiknya bukan mie instan atau beras)
- makanan bayi (biskuit atau bubur bayi. Susu formula dihindari) 

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi email jabarpeduli@gmail.com

 

September 5, 2009

Laporan Perkembangan Situasi Pasca Gempa Jawa Barat #5

Laporan Perkembangan Situasi Pasca Gempa Jawa Barat #5
tanggal publikasi 5 September 2009 02:42 wib

.dikompilasi dari berbagai sumber oleh Jawa Barat Peduli dan INDOALERT!.
..satuan waktu bila tidak dinyatakan lain adalah pada WIB

- Ringkasan Data Korban -

Sampai dengan pukul 15.00 hari Jum’at 4 September 2009, korban meninggal akibat gempa bumi 7.3 SR di Jawa Barat berjumlah 64 orang, dengan rincian: Kab. Cianjur (24), Kab. Garut (7), Kab. Sukabumi (3), Kab. Tasikmalaya (5), Kota Tasikmalaya (5), Kab. Bandung (11), Kab. Bandung Barat (1), Kab. Bogor (2), dan Kab. Ciamis (6). Di Kab. Cianjur, 37 orang masih dinyatakan hilang.  
Sore ini telah terdata jumlah pengungsi di Kab. Sukabumi sebanyak 140 orang. Sehingga total pengungsi di Jawa Barat hingga pukul 15.00 wib tercatat  sebanyak 25.382 jiwa, dengan rincian: Kab. Cianjur (11.787), Kab.Garut (8.195), Kota Tasikmalaya (3.387), Kab. Tasikmalaya (450), Kab. Bogor (663), Kab. Ciamis (473) dan Kab. Kuningan (287), dan Kab. Sukabumi (140). Sedangkan pengungsi di Kab. Cilacap Provinsi Jawa Tengah terdata sebanyak 2.388 jiwa (BNPB 15:22).

- Situasi umum -

1. Berdasarkan SK 360/kep.1260-Hukham/2009 tentang Penetapan Tanggap darurat Bencana, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memperpanjang masa tanggap darurat untuk penanganan gempa di Jawa Barat menjadi H+14. Gubernur telah menetapkan beberapa hal penting, antara lain; 1) Tanggap Darurat Bencana ditetapkan selama 14 hari terhitung mulai tanggal ditetapkannya SK tersebut yakni 3 September 2009. 2) Menyelenggarakan penanggulangan bencana, 3) melakukan kajian dan identifiksi secara cepat dan akurat berbagai kondisi dan korban bencana, 4) Melakukan penyelamatan dan evakuasi korban, 5) Pemenuhan kebutuhan dasar, 6) Perlindungan terhadap kelompok rentan, 7) Pemulihan segera sarana dan prasarana.
Adapun semua biaya yang muncul dibebankan pada APBN, APBD Propinsi, APBD Kabupaten/Kota serta sumber lain yang tidak mengikat. Dan semuanya harus dilaksanakan dengan rasa tanggungjawab dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku," tegas Heryawan. Semuanya itu dilaksanakan secara terpadu dalam bentuk kegiatan yang dilaksanakan Satkorlak sehingga penanganannya dapat berlangsung secara fokus, tepat sasaran, efektif dan mampu memulihkan kondisi lebih baik (pikiran rakyat 16:27).

2. Gubernur mengimbau agar para bupati dan walikota di Jawa Barat segera mengambil dan mendistribusikan beras sejumlah 100 ton di bulog masing-masing yang menjadi hak masing-masing wilayah tersebut. Dan beras tersebut harus dipastikan digunakan untuk memasok kebutuhan pengungsi (pikiran rakyat 12:53)

3. Kepala Seismologi BMKG, Soehardjono menyatakan bahwa gempa yang terjadi di Jawa Barat, Nabire dan Mentawai beberapa hari ini terhubung satu sama lain. Episenter ketiga gempa tersebut berada pada titik pertemuan ketiga lempeng besar, Eurasia, Indo-Australia dan lempeng Pasifi (jakarta post).

4. Beberapa pihak dan pengamat meingatkan mengenai segeranya dibentuk tim yang melakukan inventarisasi secara lebih detil kerusakan bangunan dan kebutuhan yang ada agar dapat segera diketahui detail kerusakan serta model bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah pada periode pemulihan.

5. Polda Jabar telah menerjunkan 600 personel anggota Brimob untuk membantu mengevakuasi para korban musibah gempa yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat, terutama Tasikmalaya, Cianjur, Garut dan Sukabumi. Selain itu, Polda Jabar pun telah mengerahkan sejumlah anjing pelacak untuk membantu upaya pencarian para korban yang terkubur longsoran tanah di Cianjur. (pikiran rakyat 21:36)

6. Kondisi waduk di Jawa Barat dinyatakan aman, demikian menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Namun demikian pengawasan dan pemantauan terhadap kondisi waduk besar diantaranya Waduk Jatiluhur, Cirata, Saguling dan Waduk Dharma tetap ditingkatkan.

7. Bibir kawah Gunung Galunggung di Kec Sukaratu, Kab Tasikmalaya, Jawa Barat, retak memanjang sepanjang 300 meter dengan lebar kurang lebih satu centimeter akibat gempa berkekuatan 7,3 skala richter yang berpusat di barat daya Tasikmalaya, pada Rabu 2 September lalu. Retakan juga terjadi di lokasi hulu Sungai Cibanjaran sepanjang enam meter. (okezone 23:00)

- Kompilasi Informasi dari Daerah-

Kabupaten Bandung
1. Di desa Kamasan, Kec. Banjaran, dilaporkan oleh tim KSR PMI STT Telkom bahwa kerusakan bangunan yang terjadi adalah rumah rusak ringan 265 unit, rusak berat 60 unit dan korban luka ringan 3 orang.

2. Dari beberapa kecamatan terkena bencana di Kabupaten Bandung dilaporkan masyarakat mulai mengeluh belum menerima bantuan. Bantuan yang masuk dianggap oleh masyarakat terlalu terfokus pada Kec. Pangalengan. Sementara kecamatan lain diantaranya Cangkuang, Kutawaringin, Rancabali, Pasirjambu, dan Soreang kurang mendapat perhatian. Data dari kec. Cangkuang adalah 14 rumah ambruk, 398 rumah rusak berat, dan 439 rumah rusak ringan. Wilayah terpatah di Desa Jatisari dengan enam rumah ambruk, 173 rumah rusak ringan, dan 173 rumah rusak ringan. Sedangkan Desa Tanjungsari enam rumah ambruk, 83 rusak berat, dan 221 rusak ringan. Sementara ini sudah ada 2 tenda bantuan dari Pemkab Bandung. Walaupun pada siang hari tenda kosong, namun malam hari masih disesaki pengungsi karena masih mengkhawatirkan adanya gempa susulan. Logistik makanan belum menyentuh desa di kecamatan-kecamatan tersebut. Dan bantuan makanan yang ada bagi para pengungsi hanya swadaya dari perangkat desa dan kecamatan (pikiran rakyat 19:14).

3. Pengungsi di Pangalengan terkonsentrasi di empat titik pengungsian, lapangan sepakbola Pangalengan, lapangan Marga Mukti, Secapa dan desa Sukamanah. Dilaporkan warga mulai terkena ISPA dan batuk-batuk karena hawa dingin dan debu. (elshinta 22:45)

4. Pengungsi yang berada di Desa Taruma Jaya, Kecamatan Kertasari, Cibereum, Pengalengan Kabupaten Bandung mengaku sama sekali belum mendapatkan bantuan. (mediacenter 13:15)

Kabupaten Cianjur
1. Hari kedua pasca gempa berikut longsor di Kampung Babakan Caringin Desa Cikangkareng Kecamatan Cibinong, Cianjur, tim gabungan berhasil mengevakuasi tiga korban tambahan. Mereka yang ditemukan hari ini dalah Dewi, 10 tahun, Aldi, 1 tahun dan Cucu, 2 tahun. Ketiga korban itu ditemukan dalam kondisi rusak dan anggota tubuh terpisah. Meski begitu, mereka berhasil diidentifikasi. Sampai Jum’at malam (4/9) setidaknya sudah 24 orang yang ditemukan dari 70 orang yang dilaporkan hilang. Sebanyak 23 orang diantaranya meninggal dunia dan seorang terluka. (tempointeraktif 23:48)

Kabupaten Garut
1. Aktifitas masyarakat di sekitar Pameungpeuk dan Cikelet perlahan sudah mulai bergulir walau sebagian besar masih tidur di pengungsian karena rumahnya hancur.

Kota Banjar
1. Gempa telah merusak sekira 513 rumah di kota Banjar. Kerusakan terbanyak terdapat di Kec. Pataruman. Adapun korban meninggal 1 orang setelah di rawat di RSU Banjar, 1 orang dirujuk ke RSHS Bandung dan 7 lainnya sudah bisa dipulangkan. Dari ketujuh orang tersebut 2 orang warga Banjar dan sisanya dari Kab. Ciamis (pikiran-rakyat 03/09 13:45).

Kabupaten Majalengka
1. Tiga kecamatan di Majalengka terkena dampak gempa. Sekitar 352 rumah di Kec. Bantarujeg, Talaga dan Kec. Banjaran rusak. Selain itu dilaporkan pula SD Cinambo 1 didapati ambruk dan untuk sementara kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke KUD (pikiran rakyat).

Kabupaten Ciamis
1. Dari Kabupaten Ciamis diinformasikan bahwa stok logistik yang dimiliki Pemkab masih minim. Untuk mensiasatinya bantuan dalam bentuk nasi bungkus diberikan langsung di beberapa lokasi selama 3 hari. Sedangkan untuk tujuh hari ke depan bantuan dalam bentuk bahan pokok. Data sementara kerusakan dan korban yang masuk adala tercatat 6 orang meninggal dunia. 32 luka berat dan 126 luka ringan. Selain itu juga terdapat 733 rumah yang hancur, 7.291 rusak berat dan 11.433 rumah rusak ringan. Fasilitas umum yang rusak, terdiri dari 112 masjid, 35 sekolah serta 12 kantor pemerintahan , serta satu jembatan di Kec. Rancah. 
Disebutkan dari 36 kecamatan di tatar Galuh Ciamis, sebanyak 26 kecamatan yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. Hanya saja dengan keterbatasan yang ada, diakui oleh bupat Ciamis, Engkon Komara belum seluruhnya dapat ditangani secara maksimal (pikiran-rakyat 17:43). Dilaporkan pula bahwa jumlah pengungsi di kabupaten Ciamis mencapai lebih dari 20.000 orang yang tersebar di 26 kecamatan.

2. Camat Banjarsari Drs. Uga Yogaswara mengatakan, rumah rusak di Banjarsari itu rata-rata sebanyak 15-20 per desa. Sedangkan jumlah desa yang ada di Banjarsari sebanyak 21 desa. Yang rusak dan roboh, katanya, bukan hanya rumah panggung, tetapi juga gedung (pikiran-rakyat 2/9 18:05).

3. Di Desa Cikaso, Kec. Banjarsari setidaknya 35 rumah hancur, 50 rusak berat dan 75 rusak ringan. Sedangkan di desa Sindangjaya, menurut catatan "PRLM", rumah yang rusak lebih dari 587 rumah. Dari sebanyak itu, 194 rumah hancur dan rata dengan tanah, sisanya, mengalami rusak ringan. Sementara ini, mereka diam di sejumlah tenda dan barak yang disediakan TNI, khususnya Yonif 323/Raider. (pikiran rakyat 3/9 17:36)

4. Pemkab Ciamis sudah memberikan bantuan tanggap darurat berupa makan minum bagi 1.000 korban gempa di lokasi terparah yakni di Jl Lembur Situ Ciamis dan di Desa Sindangjaya Mangunjaya yang dilakukan setiap buka dan sahur sejak Rabu (3/9) petang. (tribun jabar 23:49).

5. Mulai hari Sabtu (5/9) ini Pemkab Ciamis secara serentak membagikan bantuan tanggap darurat berupa tunai Rp 50.000,- dan beras 10 kg/korban gempa yang menyebar di 36 kecamatan yang ada di Kabupaten Ciamis (tribun jabar 23:49).

6. Di Desa Karangsari Rt 12 dan Rt 13 RW 11 Padaherang  25 KK mengungsi karena rumahnya hancur, mereka tinggal ditenda-tenda darurat apa adanya. “Korban sudah banyak yang mengeluh sakit kurang tidur, namanya tinggal di tenda darurat ala kadarnya. Butuh selimut, butuh tenda yang lebih baik. Tetapi sampai hari  ini belum ada  bantuan apapun,” ujar Nono Sarjono (40), warga Karangsari. (tribun jabar 23:49)

- Respon Masyarakat dan Lembaga Nasional -

1. Tim advance dari Trabas (Trail Bandung Association) sudah meluncur ke beberapa lokasi, diantaranya Pangalengan, Pameungpeuk dan Ciamis. Dari Ciamis diberitakan sempat menurunkan satu paket terpal (160 meter) untuk digunakan sebagai shelter darurat di wilayah Desa Sumberjaya, Kec. Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis. Dari lokasi tersebut juga diberitakan bahwa kondisi dan logistik di pengungsian masih sangat minim.Kontak Sekdes Sumberjaya 081804808353

2. Logistik dari beberapa unsur masyarakat sudah mulai teratur diberangkatkan dari Bandung menuju ke beberapa titik bencana, utamanya ke Pangalengan, Kab. Bandung dan Pameungpeuk, Kab. Garut.

3. Tim dari KSR PMI unit STT Telkom dan Astacala sudah mendirikan posko di Desa Kamasan, Kec. Banjaran untuk mendistribusikan bantuan.

4. PMI (Palang Merah Indonesia) sudah mengirimkan 1.500 tenda keluarga, 3.000 terpal, 5.000 selimut dan alas tidur serta 1000 alat mandi ke beberapa area terdampak.

5. Rumah Zakat Indonesia (RZI) Cabang Bandung mendirikan Posko Kesehatan untuk korban bencana gempa di Kp. Sidamukti RT 05 RW04 Ds. Pangalengan Kec. Pangalengan Kab. Bandung. Sebanyak 300 rumah, tiga masjid dan tiga sekolah rata dengan tanah. Akibatnya satu orang tewas akibat tertimbun dan delapan orang terluka parah. Dalam kesempatan itu RZI menurunkan dokter dan relawan serta menyediakan kornet Superqurban untuk para korban (pikiran-rakyat 10:54).

- Respon Lembaga Internasional -
sumber: reliefweb

1. Tim Assessment dari UN telah diberangkatkan menuju Tasikmalaya, Bandung Selatan, Garut dan Kabupaten Bandung.

2. Oxfam telah menyediakan emergency shelter untuk 1000 keluarga. Oxfam dibantu partner lokal, BMP Jakarta serta SPP Tasikmalaya terus melakukan assessment untuk kebutuhan air, sanitasi dan makanan.

3. Tim penanganan bencana dari Operation Blessing International (OBI) tiba pagi tadi di Tasikmalaya. Tim terdiri dari 2 orang dokter dan paramedis bersama satu unit ambulans bekerja sama dengan rumah sakit lokal untuk membantu korban bencana.

4. Caritas telah mengirimkan selimut, sarung, alat mandi dan cuci, terpal dan lampu badai ke Garut.

5. ACT International bersama CWS (Church World Service), YTBI (Yayasan Tanggul Bencana Indonesia) dan YEU (Yakkum Emergency Unit) telah mengirimkan bantuan dan tim untuk melakukan assess dampak bencana. YTBI dan YEU telah menentukan Pameungpeuk sebagai basis posko mereka.

6. Rotary Shelterbox akan memberangkatkan 224 unit shelterboxes ke Indonesia bersama tim responsenya untuk didistribusikan ke daerah terkena bencana.

7. World Vision Indonesia mengirimkan 4.000 paket family kit bernilai US $250,000. 1.500 paket masing-masing dikirimkan ke Pangalengan dan Tasikmalaya. Mereka jugamenyiapkan 1.000 emergency kit untuk anak balita.

8. Tim HOPE Worldwide berangkat dari Bandung pada 3 september untuk mendistribusikan 50 terpal sekaligus melaksanakan assessment situasi terakhir.

9. CRS telah mengirimkan tim assessment pada hari Rabu 2/9.

***
KONTAK:

Jawa Barat Peduli
http://poskojabar.blogsome.com
jabarpeduli@gmail.com
Andar Manik (andar.manik@gmail.com), echo (unregister@gmail.com)

INDOALERT!
http://indoalert.wordpress.com
indoalert@gmail.com

KONTAK LAIN:

Posko Bersama Sukamanah Pangalengan:
Herry Sutrisno +62 857 2037 2986, Lena +62 22 7788 8014

Posko Wanadri Kiara Kohok, Pameungpeuk:
Feby (feby_ara@yahoo.com, +62 8132 145 947*)

Posko Sekretariat Wanadri: Jl. Aceh 155, 022 4206440

Global Rescue: Bing Mulyono (easysoektojo@yahoo.co.id)

Mahawarman: Jack (kasmenwa@mahawarman.org)

Posko Trail Bandung Association (Trabas):
Jl. Riau 49 Bandung. Ook +62 8522 444 4168*, Ifan 0878114200*

Land Rover Club Bandung (LRCB): Asor (gassor@gmail.com)

September 4, 2009

Laporan Perkembangan Gempa Jawa Barat #4

Laporan Perkembangan Gempa Jawa Barat #4

.dikompilasi dari berbagai sumber oleh Jawa Barat Peduli dan INDOALERT!.
..satuan waktu bila tidak dinyatakan lain adalah pada WIB

- Situasi umum -
Pada tanggal 2 September 2009, gempa berkekuatan 7.3 skala richter mengguncang sebagian besar Jawa Barat. Gempa dilaporkan oleh media dapat dirasakan mulai dari Medan sampai Bali (III skala MMI).

Data gempa yang tercatat adalah sebagai berikut:

BMKG
7.3 Skala Richter (SR) posisi 8.24 LS 107.32 BT, kedalaman 30km pukul 14:55 wib

USGS
7.0 Mw posisi pada koordinat 7.770S, 107.323E, depth 49km, 14:55.01
Location with respect to nearby cities:
  95 km (59 miles) SSW (196 degrees) of Bandung, Java, Indonesia
 109 km (68 miles) SSE (150 degrees) of Sukabumi, Java, Indonesia
 115 km (71 miles) WSW (245 degrees) of Tasikmalaya, Java, Indonesia
 193 km (120 miles) SSE (161 degrees) of JAKARTA, Java, Indonesia

Pada pukul 15.08 wib PTWC/NOAA/NWS mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Indonesia. Disusul pada pukul 15.18 wib Japan Meteorological Agency (JMA) juga mengeluarkan peringatan tsunami. Dan pada pukul 16.00 peringatan tersebut telah dicabut. Namun demikian BMKG mencatat kenaikan air laut di sekitar pantai selatan Jawa Barat antara 15 - 1 meter.
Di informasikan juga bahwa sistem peringatan tsunami melalui sirine yang dipasang di pinggir pantai tidak ada yang berfungsi.

Malam harinya Gubernur Jawa Barat mengadakan rapat khusus bersama unsur muspida mengenai penanganan gempa dan sekaligus menyatakan kondisi bencana.
Terungkap bahwa gempa telah menyebabkan kerusakan dan korban sedikitnya di 12 kabupaten/kota di Jawa Barat, tidak termasuk di Kabupaten Cilacap dan ibukota Jakarta.

Sementara itu tadi sore dilaporkan bahwa Presiden SBY bersama ibu negara didampingi Menko Polkam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Mensos Bachtiar Chamzah, Menbudpar Jero Watjik, Mensesneg Hatta Rajasa dan Wagub Jabar, Dede Yusuf mengunjungi lokasi longsor akibat gempa di Kampung Babakan Caringin, Desa Cikangkareng, Cianjur. Pada kesempatan itu Presiden menyatakan bahwa Indonesia belum memerlukan bantuan asing dan bencana gempa ini masih dapat ditangani oleh sumberdaya lokal maupun nasional. Presiden juga menyatakan akan memberi bantuan sebesar 5 milyar diluar bantuan dari pemerintah pusat dan pemprov Jabar (kominfo newsroom). Sepulang dari lokasi bencana, Presiden dan rombongan menyempatkan berbuka puasa di tengah hutan dengan menu ransum militer T2 (detiknews 18.41).

Data korban yang dilansir oleh BNPB untuk provinsi Jawa Barat sampai 3 September 2009 pukul 15:06 adalah 57 orang dengan rincian:
Kab. Cianjur (21), Kab. Garut (10), Kab. Sukabumi (2), Kab. Tasikmalaya (9), Kab. Bandung (8), Kab. Bandung Barat (1), Kab. Bogor (2), dan Kab. Ciamis (4).

Sedangkan PPK-DEPKES menyiarkan bahwa jumlah korban sampai 3 September pukul 19:41 adalah:
2.615 bangunan rusak dengan rincian 12.496 unit rumah, 27 unit sekolah, 84 masjid/mushola, 8 unit perkantoran.
Korban yang meninggal dunia sampai saat ini sebanyak 53 orang yaitu 52 orang di Prov. Jawa Barat  (Kab. Bogor 2 orang, Kab. Sukabumi 2 orang, Kab. Bandung 10 orang, Kab. Tasikmalaya 4 orang, Kota Tasikmalaya 4 orang, Kab. Ciamis 6 orang, Kab. Garut 8 orang, Kab. Cianjur 16 orang) dan  1 orang di Prov. DKI Jakarta (RS. Medistra, Jakarta Selatan). Korban yang masih hilang sebanyak 37 orang di Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat.  Korban luka berat/rawat inap sebanyak 125 orang yaitu 119 orang di Prov. Jawa Barat dan 6 orang di Prov. DKI Jakarta. Korban luka ringan sebanyak 503 orang yaitu 465 orang di Prov. Jawa Barat dan 38 orang di Prov. DKI Jakarta. Terjadi pengungsian sebanyak 5.368 orang di Prov. Jawa Barat (PPK-DEPKES).

Sarana kesehatan yang rusak yaitu 1 RS (Kab. Sumedang), 22 Puskesmas (2 unit di Kab. Cilacap, 8 unit di Kab. Tasikmalaya, 3 unit di Kota Tasikmalaya, 5 unit di Kab. Garut, 2 unit di Kab. Ciamis, 1 unit di Kab. Kuningan dan 1 unit di Kab. Sukabumi), 28 Pustu (7 unit di Kab. Tasikmalaya, 5 unit di Kota Tasikmalaya, 15 unit di Kab. Garut  dan 1 unit di Kab. Purwakarta), 2 Polindes (2 unit di Kab. Tasikmalaya) dan 12 Rumah Dinas (5 unit di Kab. Tasikmalaya, 1 unit di Kota Tasikmalaya, 4 unit di Kab. Garut dan 2 unit di Kab. Ciamis)

- Kompilasi Informasi -

1. Kabupaten Cianjur
Hingga pukul 15.00, Kamis (3/9) tim evakuasi sudah menemukan 21 korban yang tertimbun longsor di Desa Cikangkareng Kecamatan Cibinong. 20 orang ditemukan meninggal dunia, sementara seorang warga bernama Darja ditemukan dalam kondisi terluka dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Pagelaran, Cianjur. Pihak aparat setempat mencatat 70 warga masih dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut.
Jumlah pengungsi di Desa Cikangkareng terdapat 2.848 warga yang tersebar di 19 titik posko pengugsian. Namun, data korban dan jumlah pengungsi masih simpang-siur karena tidak ada koordinasi dalam penanganan bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur kalang kabut dalam melakukan pendataan.
Sejak pukul 12.00 WIB jaringan komunikasi terputus total. Seluruh jaringan operator seluler kehilangan sinyal sehingga tidak bisa melakukan komunikasi. Tiga unit helikopter telah mendarat di ruang terbuka berupa sawah kering di Kampung Cibarengkok Desa Pamoyanan Kecamatan Cibinong (tempointeraktif 20.05). Sementara itu pengungsi mulai mengeluhkan terbatasnya bantuan khusus balita seperti susu dan biskuit bayi (detiknews 16.00).

Sementara itu tim tanggap darurat Badan Geologi, Dep. ESDM (PVMBG) diberitakan sudah menuju ke beberapa titik bencana, diantaranya Garut, Sukabumi, Tasik dan Cianjur. Laporan dari tim yang berada di Cianjur adalah sebagai berikut:

Lokasi gerakan tanah di Kamp Babakan caringin Desa Cikangkareng, Kec Cibinong. , Cianjur, Jenis gerakan tanah runtuhan batuan panjang kl 400 m lbr 250 tinggi gawir longsor 100 m dengan arah gerakan N 80 E posisi E 07 derajat 19 menit. E 107 dderajat 10, 611 menit. Faktor penyebab : kemiringan yg tegak, adanya perlapisan batuan yg sudah mengalami pengkekaran, pemicunya gempa 7,3 SR, jenis batuan : breksi,tufa, batu pasir dan batu lempung . Rumah tertimbun 12 , 1 toko dan 1 mesjid. 85 rusak berat, 167 rusak ringan, 47 orang hilang, 12 ditemukan. (pak surono)

2. Kabupaten Garut
Data sementara yang dilansir Pemkab Garut tercatat korban jiwa mencapai 7 orang, luka berat 18 orang, luka ringan 107, rumah rusak berat 5.024, rusak sedang 1.311, rusak ringan 7.567, sekolah rusak berat 279, rusak sedang 2, dan rusak ringan 50.  Masjid rusak berat 74, kantor desa 3 buah. Dan sampai saat ini beberapa kecamatan masih gelap gulita.

Dari tim Wanadri yang berada di Pameungpeuk, Garut diberitakan bahwa logistik masih belum mencukupi. Di lokasi posko setidaknya ada 300 orang dan hanya ada 2 buah tenda peleton yang didirikan oleh pihak TNI. Diinformasikan pula bahwa malam ini PASKHAS akan mengirimkan 4 unit tenda peleton. Di informasikan pula bahwa kondisi shelter, MCK dan infrastruktur serta logistik masih kurang layak ditambah oleh angin kencang dan debu sehingga dikhawatirkan bila tidak ada perbaikan, dalam satu atau dua hari ini akan banyak warga yang mulai terserang penyakit. Diinformasikan pula bahwa satu unit truk PDAM terus berkeliling menyalurkan air bersih di Pameungpeuk.

Tim ICT Airputih dan Indosat M2 dikabarkan telah berhasil membuka jaringan internet di Pameungpeuk yang berlokasi di kantor kecamatan Pameungpeuk. Akses ini terbuka secara luas untuk digunakan oleh warga, relawan maupun wartawan. Kontak person dari Airputih di Pameungpeuk:
- Agus Triwanto: 081334844679
- Nanang Syaifudin: 08113316129

3. Kabupaten Sukabumi
Dari Sukabumi dilaporkan bahwa wilayah yang paling parah adalah Sukabumi bagian selatan, yaitu Kecamatan Lengkong. Sekitar 400 rumah mengalami kerusakan. Sehingga jumlah kerusakan rumah di Sukabumi adalah 1.240 rumah rusak berat dan 1.959 rumah rusak ringan. Demikian diungkap oleh ketua Satlak PBA Sukabumi yang juga adalah Komandan Kodim, Letkol (Kav) Muhammad Yusuf melalui Tribun Jabar. Dandim juga menyatakan bahwa Pemda Sukabumi akan membantu perbaikan rumah sebesar 2 juta rupiah untuk rumah rusak berat dan 1 juta rupiah untuk rusak ringan (tribunjabar 10.08)

4. Kabupaten/Kota Tasikmalaya
Melaui PPK-DEPKES, diinformasikan bahwa Dinkes Kab. Tasikmalaya masih membutuhkan bantuan 20 tenda peleton, 500 buah veldbed, 20 kantong mayat dan 1.500 lembar selimut.
Sementara itu data kerusakan yang dilansir oleh Pemkab Tasikmalaya adalah:
Korban jiwa 4 orang, luka berat 60 orang, luka ringan 29 orang, rumah rusak berat 3289 unit, rumah rusak ringan 6325 unit, mesjid 103 unit, madrasah 44 unit, sekolah 44 unit, kantor desa 17 unit, kantor kecamatan 6 unit, GOR 1 unit, ponpes 2 unit.
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bagian Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya, Jl. Mayor Utarya No. 1 Tasikmalaya, Tlp. 0265-333154, 333157 dan fax. 0265-333937

5. Kabupaten Bandung
Pantauan dari Pangalengan titik-titik pengungsian dan posko yang dibuat warga tersebar di sepanjang jalan sejak sebelum masuk ke kota Pangalengan. Malam ini banyak pengungsi yang masih tidur di pinggir (bahkan di badan jalan) dengan alas tidur seadanya.

Dari Posko Bersama STKS Bandung, IMAKES, Bandung Solidarity, PJB, Mahawarman dan Jabar Peduli di desa Sukamanah, Pangalengan dilaporkan bahwa tambahan logistik mulai berdatangan dari berbagai pihak. Yang sempat tercatat adalah 2 unit tenda peleton, 2 unit tenda regu, air mineral, mie instan, beras, minyak goreng, unit dapur umum, susu bubuk dan kopi instan serta 1 paket obat-obatan bencana dari Dinkes Provinsi Jawa Barat. Kekuatan personil gabungan tercatat lebih dari 50 orang. 30 orang diantaranya merupakan relawan medis dari IMAKES yang secara bergantian melakukan layanan medis mobil dengan pola jemput bola langsung ke rumah-rumah penduduk. Selain itu posko medis juga dibuka 24 jam untuk melayani warga yang datang berobat. Pola jemput bola dilakukan karena banyak warga yang tidak mau jauh meninggalkan rumah dan lebih memilih tidur di sekitar area rumah yang hancur. Dilaporkan sebagian besar dari 20 RW yang ada di desa Sukamanah dalam keadaan rusak berat. Namun sayangnya kami belum mendapatkan data assessment yang lebih detil.
Di depan posko bersama juga tadi malam sedang dibangun posko Pikiran Rakyat dan posko Indofood Peduli.
Rencana operasi sampai dua hari kedepan adalah tetap melakukan layanan medis sambil memperkuat data assessment. Kondisi di lokasi masih relatif tertib walaupun dikabarkan ada sebagian warga yang sempat berselisih mengenai pembagian logistik.
Untuk listrik PLN, mulai tadi sore jaringan listrik di Pangalengan sudah mulai menyala kembali.

6. Kabupaten Bandung Barat
Di Kab. Bandung Barat hingga pukul 21.00 WIB data dari Kepala Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kab. Bandung Barat, Momon Suherman mencatat 60 rumah rusak berat dan rusak ringan. Di antaranya di Kec. Sindangkerta, Rongga, Cisarua, Batujajar, Cihampelas, Ngamprah, dan Cililin.

Di Desa Baranangsiang Kec. Cipongkor, Kepala Desa Heri mengatakan, dari satu dusun di desa tersebut terdapat 51 rumah yang mengalami rusak berat dan rusak ringan. Sementara itu, satu warganya meninggal akibat serangan jantung. (bandungbaratkab.go.id 10:05)

Dilaporkan juga oleh detiknews bahwa satu hotel di depan Polres Lembang yaitu hotel Pesona Bamboe mengalami amblas satu lantai. Hal ini menyebabkan 2 mobil dan 10 unit sepeda motor tertimbun.

7. Kabupaten Bogor
Data sementara yang terhimpun adalah tercatat 281 rumah mengalami kerusakan di Kec. Caringin, 40 rumah rusak di Kec. Megamendung, 6 rumah rusak di Kec. Cisarua. Sedangkan korban jiwa yang meninggal dunia tercatat dua orang (pikiran rakyat 21:13).
Adapaun bangunan yang rusak, terdata 702 rumah warga yang tersebar di 10 kecamatan .Dari jumlah tersebut, 156 rumah rusak berat, sehingga sama sekali tidak dapat dihuni lagi, sebab roboh total atau doyong yang rawan roboh total. Sisanya, rusak sedang atau ringan.
Korban bencana gempa yang paling banyak adalah warga Caringin, di mana dari 156 rumah yang teribas gempa, 103 rumah mengalami rusak berat. Di Kecamatan Megamendung, 231 rumah dilaporkan rusak, namun hanya 7 rumah yang rusak berat. Banyak rumah rusak berat akibat gempa juga dilaporkan dari Kecamtan Cigombong, yakni 31 rumah rusak berat dan 73 rusak ringan (kompas 18:24) 

8. Kabupaten Ciamis
Dari beberapa wilayah, kerusakan parah terjadi di wilayah Lembursitu, Kelurahan/Kecamatan Ciamis. Dari dua RT saja tercatat 27 rumah yang rusak berat dan ringan. Sebagian di antaranya luluh lantak rata dengan tanah.
Selain itu berbagai fasilitas seperti sekolah, bank maupun kantor pemerintah juga rusak. Sekolah yang rusak di antaranya MAN2 Ciamis, Unigal, Akper dan lainnya. Kemudian BRI Ciamis, Toserba Yogya, Gedung DPRD, Gedong Pramuka, GOR Panjalu, sejumlah masjid dan lainnya juga rusak. (pikiran-rakyat 2/9 21:23)
Beberapa wilayah yang terkena bencana gempa dan termasuk paling parah adalah Kecamatan Purwodadi, Banjarsari dan Mangunjaya.
Sementara wilayah Ciamis Utara yang juga menjadi korban gempa di antaranya Kecamatan Baregbeg, Panjalu dan Rajadesa (pikiran-rakyat 17:50).

9. Kabupaten Purwakarta
Di Purwakarta, 39 rumah yang mengalami kerusakan tersebar di Desa Pasirangin, Nangewer, Linggasari, Mekarsari, dan Depok, semuanya di Kecamatan Darangdan. Satu pesantren di Pasirangin juga rusak parah. Bupati Purwakarta telah membagikan sumbangan pada para korban gempa. (tempointeraktif)

10. Kabupaten Kuningan
Ratusan rumah rusak berat dan ringan di beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Kerusakan rumah paling banyak terjadi di Kecamatan Darma. Data dari pihak kecamatan setempat menyebutkan 94 rumah rusak, yang 33 rumah di antaranya rata dengan tanah. Kecamatan lain yang mencatat kerusakan rumah yakni Cilebak (24), Ciniru (5), Selajambe (8), Karangkanca (13) dan Ciwaru (5). Belum ada laporan korban tewas dari pihak Pemkab Kuningan. Para korban yang rumahnya hancur kini ditampung di tenda darurat dan masjid (bisnis.com).

Sementara itu dari Bagian Kesra Setda Kuningan menginformasikan kerusakan yang terjadi (data per tanggal 2 september)

Kecamatan Cilebak :
1. Desa Mandapajaya : tiga bangunan rumah ambruk, lima rumah rusak sedang dan delapan rumah rusak ringan.
2. Desa Legokherang : Satu rumah ambruk, 15 rusak sedang dan satu rumah rusak ringan.
3. Desa Cilebak : Satu rumah rusak sedang
4. Desa Bungurberes : Satu rumah rusak ringan
5. Desa Patala : Tiga Rumah Rusak Sedang
6. Desa Jalatrang dua rumah rusak ringan Kecamatan Kadugede : Desa Cisukadana : Dua rumah rusak ringan

Kecamatan Karangkancana :
1. Desa Margacina : Satu rumah rusak berat, enam rumah rusak sedang dan 24 rumah rusak ringan.
2. Desa Kaduagung : Dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan.
3. Desa Jabranti Tiga rumah rusak ringan.

Kecamatan Selajambe :
1. Desa Padahurip Satu rumah rusak sedang, empat rumah rusak ringan
2. Desa Selajambe Tiga rumah rusak sedang, sembilan rumah rusak ringan
3. Desa Cantilan Enam rumah rusak ringan
4. Desa Ciberung Satu rumah rusak ringan

Kecamatan Ciwaru :
1. Desa Sagaranten : Delapan rumah rusak sedang dan 32 rumah rusak ringan 2. Desa Sumberjaya : Enam rumah rusak sedang dan 44 rumah rusak ringan
3. Desa Citundun : Satu rumah rusak sedang

Kecamatan Darma :
1. Desa Sakerta Timur : Tiga rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang dan 16 rumah rusak ringan.
2. Desa Sakerta Barat : empat rumah rusak sedang, sembilan rumah rusak ringan
3. Desa Cageur : Dua rumah rusak sedang, Delapan rumah rusak ringan
4. Desa Cipasung Empat Rumah rusak sedang, Delapan rumah rusak ringan
5. Kawahmanuk Satu rumah rusak sedang, 11 rumah rusak ringan
6. Situsari 14 rumah rusak sedang dan 38 rumah rusak ringan
7. Gunungsirah Enam rumah rusak sedang dan 7 rumah rusak ringan
8. SD Siujarasa dua bangunan rusak ringan

Kecamatan Subang : Kantor Polsek, Puskesmas dan Rumah dinas camat rusak ringan.

11. Kabupaten Indramayu
-tidak ada berita baru-

12. Kabupaten Subang
Dari Subang, data yang diperoleh menyebutkan jumlah rumah yang mengalami kerusakan di wilayah Subang tercatat 68 rumah, masing-masing 60 rumah di Desa Cibitung, tujuh rumah di Desa Cibeusi, dan satunya lagi di Desa Palasari. Satu bangunan masjid juga hancur. Diinformasikan bahwa Kabupaten Subang juga memiliki dana tak tersangka sebesar 2 miliar yang dapat dipergunakan untuk penanganan gempa (tempointeraktif).

TELKOM
PT Telkom Indonesia Tbk, menyatakan jaringan telekomunikasinya di wilayah gempa, Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar, tetap aman. Meski sebagian kantornya mengalami kerusakan. (tempointeraktif 2/9 20.31)

PSDA DAN BENDUNGAN
Gubernur Jawa Barat hari ini telah menginstruksikan Dinas PSDA untuk memeriksa seluruh waduk yang ada di Jawa Barat. Namun belum diperoleh perkembangan berita selanjutnya.

- Respon Nasional -

1. IOF Peduli akan menerjunkan 4 unit mobil dan satu cargo dapur umum ke daerah Cianjur. Diperkirakan akan menuju Cikangkareng, Cibinong.

2. TRABAS akan meluncurkan tim advance yang terdiri dari 3 unit motor trail untuk membantu assessment dan operasional posko ke tiga titik bencana di Pangalengan, Pameungpeuk dan Ciamis.

3. Tim Jakarta Rescue dikabarkan sudah berada di lapangan.

4. Tim Global Rescue dikabarkan akan menuju Pangalengan hari ini.

5. Beberapa kelompok masyarakat mulai membuka akses untuk penerimaan bantuan. Diantaranya adalah lembaga katedral dan komunitas Common Room.

6. Land Rover Club Bandung telah mengirimkan unit kendaraan ke Pameungpeuk dan bersedia menyediakan dukungan transportasi kendaraan 4x4 termasuk driver (minus bbm) untuk pendukungan operasi penanganan gempa Jawa Barat.

7. Tim dari Walhi Jabar, SKEPO, KMPA, dan FKKBPA, Unisba, Unpad, Unpar, ITB dan berbagai perguruan tinggi juga sedang melakukan koordinasi dan assessment serta pendukungan operasi di berbagai wilayah terkena bencana.

- Respon Internasional -

1. UN Joint Assessment Team yang terdiri dari UNDP, WFP, OCHA, World Bank, UNICEF dan UNDSS dilaporkan akan menuju Bandung untuk melakukan assessment. (reliefweb)
	
2. GlobalMedic’s South East Asian Field Office, yang berbasis di Yogyakarta, telah diterjunkan ke sekitar lokasi gempa untuk melakukan komprehensif assessment. Pada saat penggalian data selesai, GlobalMedic akan menentukan respon yang perlu diberikan (reliefweb).
	
3. CWS Indonesia sedang mengirimkan assessment tim ke daerah terdampak untuk menentukan kebutuhan dan respon yang dimungkinkan (reliefweb).
	
4. Personil dari Wolrd Vision sedang menuju Bandung untuk melakukan assess terhadap dampak gempa.

KONTAK:

Jawa Barat Peduli
http://poskojabar.blogsome.com
jabarpeduli@gmail.com

Nomor rekening penggalangan dana recovery korban gempa:
BANK JABAR #00019692851000 a/n Andar Manik

KONTAK LAIN:
Bandung:
Andar Manik (andar.manik@gmail.com), echo (unregister@gmail.com)

Posko Bersama Sukamanah Pangalengan:
Herry Sutrisno +62 857 2037 2986, Lena +62 22 7788 8014

Posko Wanadri Pameungpeuk:
Feby (feby_ara@yahoo.com, +62 8132 145 947*)

Posko Sekretariat Wanadri:
Jl. Aceh 155, 022 4206440

Trabas: Ook +62 8522 444 4168*
Land Rover Club Bandung: Asor (gassor@gmail.com)

**laporan perkembangan gempa jawa barat sebelumnya dapat diakses melalui milis jabarpeduli.

January 30, 2008

Banjir Hegarmanah, Bandung

Filed under: Respon Bencana

Suasana Paska Banjir Belum selesai warga berbenah memperbaiki rumah akibat banjir pada 20 Desember 2007 yang lalu, untuk kedua kalinya puluhan rumah yang berada di bantaran sungai di Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap kembali terkena luapan air sungai Cipaganti akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Utara pada 29 Januari 2007.

Curah hujan tinggi serta debit air yang besar tidak mampu lagi ditampung oleh badan sungai Cipaganti sehingga air meluber masuk ke rumah warga. Tercatat 4 Rukun Tetangga (RT) dari dua RW di kelurahan tersebut terkena dampak, dan sekurangnya 3 unit rumah roboh sebagian serta berlubang dindingnya dan tidak bisa dihuni, satu GOR bulutangkis berlubang dindingnya. Diperkirakan lebih dari 700 warga terkena dampak.

Warga di Gg. Anafi yang tidak terkena bencana saat ini sudah berinisiatif membuka posko dan dapur umum untuk membantu warga lainnya yang terkena banjir. Bantuan dan logistik pun mulai mengalir baik dari instansi terkait maupun masyarakat umum.

Foto-foto banjir hegarmanah lainnya.

February 22, 2007

BA005/2007 - BANJIR BANDUNG SELATAN

Filed under: Respon Bencana

UPDATE: Direncanakan pada hari Minggu 10/03/2007, Jawa Barat Peduli akan mengadakan program Pelayanan Medis dan Workshop dan Lomba Menggambar di RW 13, Desa Andir, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung mulai pukul 0800 WIB - 1700 WIB.

Sungai Citarum, Cisangkuy, Cikijing, dan Cisadane yang berada di wilayah Bandung selatan mulai meluap terhitung sejak hari Selasa, tanggal 20/2/2007 dinihari. Daerah yang terkena dampak meliputi empat kecamatan yaitu Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, dan Bojongsoang dan Rancakekek. Ribuan warga, terdata 7457 jiwa (2370 KK) terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam air. Saat ini dilaporkan bahwa sebagian warga yang tidak memiliki tempat pengungsian terpaksa tidur di badan jalan. Selain perkampungan warga, banjir juga merendam dan menyulitkan akses menuju pabrik-pabrik tekstil yang banyak terdapat di daerah tersebut. Tahun lalu kerugian yang diderita oleh pabrik tekstik karena banjir mencapai 8 miliar rupiah (Tribun Jabar 22/2: Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat).

Selain mengancam pabrik, banjir juga merendam puluhan fasilitas umum, diantaranya adalah 16 mesjid, 24 SD, 1 SMK dan 1 Madrasah. Sehingga sekira 5000 siswa SD terpaksa diliburkan (Pikiran Rakyat 22/2).

Download:

Link Lain:

February 6, 2007

BANJIR JABODETABEK DAN JAWA BARAT BAGIAN UTARA

Filed under: Respon Bencana

UPDATE 08/02/2007: Tim telah meninggalkan kota/kabupaten Bekasi dan tiba di Bandung 08/02/07 pukul 0100 WIB. Untuk itu dokumen FLASH APPEAL BA002-2007/FA-1 dinyatakan TIDAK BERLAKU dan semua penerimaan/penyaluran bantuan untuk bencana banjir JABODETABEK dan JAWA BARAT UTARA dinyatakan TERTUTUP. Laporan operasi akan disampaikan kemudian.

06/02/2007 Sehubungan dengan kejadian banjir yang melanda sebagian wilayah DKI Jakarta, dan Jawa Barat bagian Utara diantaranya Bekasi, Subang, Karawang, Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat Peduli bekerja sama dengan potensi masyarakat dan Pemerintah Jawa Barat sudah mengirimkan tim RAPID ASSESSMENT, SAR dan EVAKUASI berkekuatan ±35 orang dengan 9 unit jip 4x4, 1 unit truk Mercy 4x4, 4 unit perahu serta sarana pendukung lain yang pada saat ini (6/2/07) sedang melakukan kegiatan operasi di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.

Download

 

July 27, 2006

17 Juli 2006: Gempa dan Tsunami di Pantai Selatan Jawa

Filed under: Respon Bencana

Ketika masih disibukkan dengan penanganan Jogja, masyarakat Indonesia kembali dikejutkan oleh bencana lain di pesisir pantai selatan Jawa.

Gempa bumi tektonik yang terjadi pada hari Senin, 17 Juli 2006 pukul 15:19 WIB berpusat di sekitar kordinat 9,46’ LS – 107,19’BT sekira 120 km arah selatan dari bibir pantai Sindangbarang, Kabupaten Cianjur telah menyebabkan gelombang pasang Tsunami dengan ketinggian gelombang berkisar 1 – 5 meter yang mengakibatkan korban jiwa dan kepanikan luar biasa di sebagian warga masyarakat yang tinggal di pantai selatan Kabupaten Garut, Tasikmalaya dan Ciamis propinsi Jawa Barat, pantai selatan Kabupaten Kebumen dan Cilacap propinsi Jawa Tengah serta kabupaten Gunung Kidul dan Bantul, DI Yogyakarta.

Sampai tanggal 20 Juli 2006 tercatat tidak kurang dari 66 kali gempa susulan telah terjadi (GEOFON, 20/07/2006 15:38 UTC) dengan intensitas tertinggi mencapai 6.1 skala Richter (17/07/2006 9:13 UTC) dan terendah 4.6 skala Richter (19/07/2006 7:16 UTC). Termasuk telah terjadi pula gempa pada 19 Juli 2006 pukul 17:57 WIB berkekuatan 6.2 skala Richter di selat sunda, hanya beberapa kilometer dari bibir pantai Ujung Kulon yang cukup mengakibatkan kepanikan di daerah pesisir propinsi Banten, Bandarlampung dan Jakarta.

Data korban sementara yang dilansir oleh BAKORNAS PBP (24 Juli 2006 pukul 15:00 WIB) tercatat tidak kurang dari 637 orang meninggal dunia, 543 luka-luka dan 165 masih dinyatakan hilang. Jumlah IDP (Internally Displaced Person / Pengungsi) tercatat 116.506 jiwa yang tersebar di puluhan titik pengungsian di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Untuk informasi lain seputar respon yang dilakukan terkait bencana tsunami ini silahkan ikuti link berikut:

RESPON KAMI TERHADAP GEMPA DAN TSUNAMI PANTAI SELATAN JAWA

27 Mei 2006: Gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah

Filed under: Respon Bencana

Gempa berkekuatan 5,9 SR pada 27 Mei 2006 pagi telah mengguncang dan meluluhlantakan banyak infrastruktur dan rumah masyarakat dan fasilitas umum disekitar Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Data terakhir korban gempa DIY dan JATENG tertanggal 27 Juni 2006 pukul 14:00 WIB) yang kami dapatkan dari Media Center SATKORLAK DIY menunjukkan korban meninggal mencapai 5.778 jiwa, terdiri dari 4.715 jiwa dari 5 kabupaten di wilayah DIY, dan 1.063 jiwa di 6 kabupaten dalam wilayah JATENG.
Sedangkan korban luka ringan dan berat akibat gempa ini mencapai 37.883 orang.
Untuk infrastruktur bangunan, tercatat 139.859 unit rumah roboh/rusak berat, 190.0253 unit rusak sedang dan 278.124 unit mengalami kerusakan ringan. Selain itu juga tercatat ribuan fasilitas umum lain seperti rumah ibadah, sekolah dan bangunan milik pemerintah mengalami kerusakan.

Berkaitan dengan bencana gempa ini, pada 29 Mei 2006 warga Jawa Barat segera membentuk TIM BANTUAN PENANGGULANGAN BENCANA sebagai pusat koordinasi kegiatan cepat tanggap bagi bencana gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Sekretariat dan pusat koordinasi kembali menggunakan bangunan gedung Sekretariat Daerah (SETDA) Jawa Barat di jalan Diponegoro No. 20 Bandung yang dahulu juga menjadi sekretariat POSKO JABAR PEDULI ACEH.

Elemen Jawa Barat yang tergabung dan mendukung kegiatan POSKO JABAR ini tercatat lebih dari 30 institusi baik elemen dari pemerintah, swasta dan potensi masyarakat.

Hal ini merupakan sebuah prestasi tersendiri, dimana POSKO JABAR telah menjadi contoh dan embrio untuk hubungan pemerintah – swasta – masyarakat yang baik dalam hal penanganan bencana.

Untuk informasi lain seputar kegiatan penanganan bencana gempa DIY dan JATENG, seperti data donatur, laporan kegiatan, dan catatan distribusi bantuan yang telah dilakukan silahkan ikuti link berikut: 

RESPON KAMI TERHADAP GEMPA YOGYA DAN JAWA TENGAH

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com